Seekor Bebek di Tangan Puthut

Lutfi Rakhmawati*
http://www.jawapos.com/

SEEKOR bebek tidak bisa memengaruhi hidup seorang manusia, apalagi sampai membuatnya bernasib buruk seumur hidup. Namun, itulah yang dialami ”Aku”. Sejak dituduh membunuh seekor bebek di pinggir kali, dia selalu dihantui nasib buruk. Ayahnya ditangkap karena berhubungan dengan komunisme, ibunya sudah meninggal, dan bulek satu-satunya juga pergi entah ke mana.

Dia kehilangan semua yang dimilikinya, kecuali nasib buruk. Bayang-bayang sebagai anak komunis membuatnya kehilangan mimpi terbesarnya: menjadi guru. Dia kemudian tumbuh menjadi seseorang yang tertutup, spontan, misterius, dan benci pada ayahnya. Continue reading “Seekor Bebek di Tangan Puthut”