Tag Archives: M Aan Mansyur

Sajak-Sajak M. Aan Mansyur

http://www.lampungpost.com/
Masalah Masa Lalu: Catatan dari Masa Depan Ayahku
: kepada Safinah, ibuku

lantai tidur kedinginan. kau lihat itu dari mata
seekor burung yang termenung di ranting
yang tangannya memegang terali jendela
maka kau hamparkan selimutmu ke tubuh
lantai. kau tidak ingin burung itu murung
dan mati. kau merindukan sayapnya
masih mengepak-ngepak besok pagi

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib?
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

Sajak-Sajak M. Aan Mansyur

http://www.lampungpost.com/
Bulldozer

/1/
kelas enam
pertama kali berkelahi
teman sebangku
mempermalukan
ia kuak rahasia saya:
takut bulldozer
keluar! pindah!

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Bermain Hujan

Pada mulanya hujan itu hanya ada di dalam mimpiku, di dalam tidurku, di sepasang mataku yang terpejam.

Kemudian hujan itu jatuh cinta kepada sepasang mataku yang tidak tidur. Aku selalu menemukan bebulu mataku basah bagai embun di rerumputan, di pagi dan sore hari.

Puisi-Puisi M. Aan Mansyur

http://www.korantempo.com/
APAKAH PUISI INI MEMBENCI (PUISI) HUJAN?

Jika pernah kita menangis karena puisi hujan yang ditulis para peratap-ditepikan-kesepian, maka sudah saatnya kini kita menertawakan kenangan itu, yang lucu dan menggemaskan.
Hujan itu daerah kekuasaan bocah dan remaja yang sudah beranjak dewasa mestilah merela masa kanak mereka beku di album atau pigura.
Ada dua kecuali: yang mati muda dan pedophilia.