Sajak-Sajak M. Aan Mansyur

http://www.lampungpost.com/
Masalah Masa Lalu: Catatan dari Masa Depan Ayahku
: kepada Safinah, ibuku

lantai tidur kedinginan. kau lihat itu dari mata
seekor burung yang termenung di ranting
yang tangannya memegang terali jendela
maka kau hamparkan selimutmu ke tubuh
lantai. kau tidak ingin burung itu murung
dan mati. kau merindukan sayapnya
masih mengepak-ngepak besok pagi Continue reading “Sajak-Sajak M. Aan Mansyur”

Puisi-Puisi M. Aan Mansyur

http://www.korantempo.com/
APAKAH PUISI INI MEMBENCI (PUISI) HUJAN?

Jika pernah kita menangis karena puisi hujan yang ditulis para peratap-ditepikan-kesepian, maka sudah saatnya kini kita menertawakan kenangan itu, yang lucu dan menggemaskan.
Hujan itu daerah kekuasaan bocah dan remaja yang sudah beranjak dewasa mestilah merela masa kanak mereka beku di album atau pigura.
Ada dua kecuali: yang mati muda dan pedophilia. Continue reading “Puisi-Puisi M. Aan Mansyur”