Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku

Made Taro*
http://www.balipost.com/

JUDUL di atas seperti kata-kata yang biasa diucapkan tukang sihir. ”Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”. Kalau disimak, judul itu mengundang banyak tanya, antara lain: tidak cerdaslah bangsaku, dan apakah bangsa Indonesia tidak gemar membaca?

Agar tidak memancing penafsiran yang melebar, sebaiknya kata “cerdas” itu dibatasi dengan pengertian: sempurna perkembangan akal budinya. Pengertian itu sangat kena kalau dihubungkan dengan keadaan yang melanda sebagian masyarakat Indonesia kini, yakni lunturnya rasa kekeluargaan, hilangnya kesantunan, dan kurangnya pengendalian diri. Continue reading “Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”