Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing”

Fatah Anshori *

Pada dasarnya manusia memang memiliki perasaan tidak pernah puas. Kerap melupakan apa yang telah dimilikinya: motor butut, televisi tabung 14 inch, ibu yang cerewet, ayah yang super galak, lingkungan yang kumuh, rumah kecil di pinggir kali dan segala hal yang kita anggap receh, inferior juga kerap tidak pernah kita syukuri telah memilikinya. Malah selalu berharap atau mendambakan sesuatu yang belum kita miliki: motor keluaran terbaru dan sedang trend, televisi LED, ibu yang baik dan tidak cerewet, ayah yang sabar dan pengertian, lingkungan yang bersih, rumah besar di tengah-tengah kota dan segala perkara yang kita anggap mewah namun sama sekali belum menyentuhnya alih-alih memilikinya. Continue reading “Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing””

Membaca Novel Dawuk, Karya Mahfud Ikhwan

: Novel Peraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017
Fatah Anshori *

Pengalaman tinggal di suatu tempat entah itu kota, kecamatan, desa, dusun atau bahkan mungkin dalam lingkup yang lebih kecil katakanlah di suatu gang, lalu aku yakin selama peradaban masih berjalan, tempat tersebut cepat atau lambat akan menghasilkan sebuah cerita. Kurasa itulah yang tersirat di benak ku usai membaca Dawuk, novel Mahfud Ikhwan yang meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Memang sejauh yang kutahu novel ini memiliki beberapa hal yang menarik dan mungkin juga biasa-biasa saja, tergantung dari mana kau melihat. Continue reading “Membaca Novel Dawuk, Karya Mahfud Ikhwan”