Posted by PuJa on December 28, 2011
Mahmud Jauhari Ali __Banjarmasin Post Secara sadar kita dapat mengatakan bahwa manusia normal tidak dapat langsung berjalan tanpa proses belajar. Tentu saja seorang anak harus melalui proses belajar secara bertahap hingga ia mampu berjalan dengan menggunakan kedua kakinya. Begitu pula dengan kemampuan berbahasa seseorang tidak didapatnya secara sekaligus, melainkan didapatnya secara bertahap hingga ia mampu [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 17, 2011
Mahmud Jauhari Ali * __Banjarmasin Post Setiap tanggal satu bulan satu pada tahun baru Masehi selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Mulai tiup terompet kertas hingga pembakaran kembang api besar-besaran pada pukul 00.00 dini hari di belahan bumi mana pun. Seakan kegiatan-kegiatan pada awal tahun baru itu merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 24, 2011
Tentang Aku dan Listrik Hari Ini Mahmud Jauhari Ali dalam dekap cahaya panas dadamu dihunus sebilah tembaga tubuhmu roboh tepat di samping sebuah guci warna jingga “Sabar! Kau harus sabar!” ucapmu pelan tiba-tiba dadaku sesak lalu kaupegang tanganku erat-erat “Kau jangan sedih. Anakku akan datang menemanimu nanti.” katamu lagi bersama mata yang sayu
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on November 7, 2011
Mahmud Jauhari Ali ___Banjarmasin Post Berbahasa Indonesia dengan benar dalam komunikasi merupakan sebuah bukti kecintaan kita kepada bangsa, negara, dan tanah air kita. Bahasa Indonesia tidak dapat kita lepaskan dengan rakyat Indonesia itu sendiri karena rakyat Indonesia adalah pengguna sekaligus pendukung bahasa Indonesia. Hidup dan matinya bahasa Indonesia sebenarnya tergantung pemakaiannya oleh rakyat Indonesia.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on October 7, 2011
Bulan di Padang Lalang * telah berdiri ribuan lalang pada tanah oleh angin, tubuh mereka terhuyung-huyung sebagiannya mati. mengering! sedangkan di tengahnya, sebuah rumah berdiri kukuh tiangnya beton, atap bajanya antikarat, menahan hujan-panas, lantainya yang wah, terlihat mengkilat juga pagarnya, begitu mahal
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on October 5, 2011
Kasidah Cinta Fajar Alayubi Ini pagi yang indah, saat yang tepat buat ku mengganti langit-langit kamarku yang penuh dengan lukisan air dan debu-debu. Ini hari bagi musim semi kita, dan kan kupindai hari ini seperti kupu-kupu yang mencium punggungmu -yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on September 30, 2011
Mahmud Jauhari Ali Tabloid Serambi Ummah 21 Nov 2008 Pagi itu Hamid berdiam diri dengan mata tertutup. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Kedua kakinya kadang-kadang digerakkannya untuk menghindari keram. Tangan kanannya memegang tasbih, tetapi tidak ia fungsikan. Bibirnya kerap digerakkannya. Sementara ibunya sedang menyiapkan makanan di ruang makan untuk mengganjal perut mereka.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on September 24, 2011
(Tanggapan terhadap Kritik Ivan Denisovitch) Mahmud Jauhari Ali –Radar Banjarmasin Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah swt atas adanya kritik terhadap sebuah buku yang baru saja diterbitkan oleh Balai Bahasa Banjarmasin. Buku yang disusun oleh sebuah tim ini telah berhasil menjadikan masyarakat Kalimantan Selatan membaca isinya. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa buku ini telah [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 15, 2011
Terbit di: Tuas Media Judul: Lelaki Lebah Tebal: IV + 308 halaman Penulis: Mahmud Jauhari Ali ISBN: 978-602-99269-1-0 harga: Rp 40.000,00 http://tuasmedia-2.blogspot.com/ Narasi pembuka novel ini menarik. Sangat menarik, menggambarkan masyarakat di kota Banjarmasin dengan manusia urban. Novel Lelaki Lebah bercerita dengan indah, tentang kehidupan masyarakat di daerah Kalimantan.
Filed under: Canting