Memahami Keberatan Nurel dalam bukunya MMKI

“Kun Fayakun” ; Kata, Makna, beserta Rujukannya
Mahmud Jauhari Ali *


Saya sedang membongkar buku ini. Melepaskan sampul depan, punggung buku, dan sampul belakangnya. Lalu memisah-misahkan lembar demi lembar kertas yang memuat pendahuluan, isi, serta penutupnya. Mungkin seperti itulah gambaran dalam otak saudara sekalian, jika saya katakan lagi membongkar sebuah buku; buku apa saja. Padahal tidaklah demikian adanya. Ini sama halnya dengan kalimat pendek yang berseliweran setiap kali menjelang hari raya, semisal saat pertengahan bulan Juni lalu; “Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah!” Dalam gambaran di kepala saya, orang-orang itu bersuara lantang mengujarkan kalimat tersebut. Tetapi tidaklah demikian, bukan? Baca selengkapnya “Memahami Keberatan Nurel dalam bukunya MMKI”

Antara Jalan Beraspal dan Bahasa Indonesia

Mahmud Jauhari Ali
__Banjarmasin Post

Secara sadar kita dapat mengatakan bahwa manusia normal tidak dapat langsung berjalan tanpa proses belajar. Tentu saja seorang anak harus melalui proses belajar secara bertahap hingga ia mampu berjalan dengan menggunakan kedua kakinya. Begitu pula dengan kemampuan berbahasa seseorang tidak didapatnya secara sekaligus, melainkan didapatnya secara bertahap hingga ia mampu berbahasa dengan lancar. Baca selengkapnya “Antara Jalan Beraspal dan Bahasa Indonesia”

Tahun Baru Bukan Sekadar Pesta

Mahmud Jauhari Ali *
__Banjarmasin Post

Setiap tanggal satu bulan satu pada tahun baru Masehi selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Mulai tiup terompet kertas hingga pembakaran kembang api besar-besaran pada pukul 00.00 dini hari di belahan bumi mana pun. Seakan kegiatan-kegiatan pada awal tahun baru itu merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, kebanyakan orang saling mengucapkan atau menyampaikan selamat tahun baru kepada sesama baik secara lisan maupun secara tertulis. Baca selengkapnya “Tahun Baru Bukan Sekadar Pesta”

Puisi-Puisi Bambang Kempling dan Mahmud Jauhari Ali

Tentang Aku dan Listrik Hari Ini
Mahmud Jauhari Ali

dalam dekap cahaya panas
dadamu dihunus sebilah tembaga
tubuhmu roboh tepat di samping sebuah guci warna jingga
“Sabar! Kau harus sabar!” ucapmu pelan
tiba-tiba dadaku sesak
lalu kaupegang tanganku erat-erat
“Kau jangan sedih. Anakku akan datang menemanimu nanti.”
katamu lagi bersama mata yang sayu Baca selengkapnya “Puisi-Puisi Bambang Kempling dan Mahmud Jauhari Ali”

Menyoroti Pemakaian “Nol” dan “Kosong” di Masyarakat

Mahmud Jauhari Ali
___Banjarmasin Post

Berbahasa Indonesia dengan benar dalam komunikasi merupakan sebuah bukti kecintaan kita kepada bangsa, negara, dan tanah air kita. Bahasa Indonesia tidak dapat kita lepaskan dengan rakyat Indonesia itu sendiri karena rakyat Indonesia adalah pengguna sekaligus pendukung bahasa Indonesia. Hidup dan matinya bahasa Indonesia sebenarnya tergantung pemakaiannya oleh rakyat Indonesia. Baca selengkapnya “Menyoroti Pemakaian “Nol” dan “Kosong” di Masyarakat”