Posted by PuJa on October 14, 2011
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Betawi, Jakarta, Batavia, Jayakarta, Jacatra adalah nama-nama wilayah etnik, geografik, historis, dan administratif, bahkan juga lokalitas dalam lingkup budaya. Perbincangannya, tidak terhindarkan, meliputi kehidupan sosial-politik-budaya penduduk yang mendiami daerah itu. Di dalamnya, termasuklah komunitas etnik Betawi yang mengklaim sebagai penduduk asli di kawasan itu dengan sejarah panjang berada di belakangnya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 24, 2011
Maman S Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Hamid Jabbar, Super Hilang (Balai Pustaka, 1998), xii + 397 halaman Puisi bukanlah caci-maki. Ia juga tidak sekadar ungkapan perasaan melankolis remaja yang cengeng. Seperti juga ragam karya sastra lainnya, sangat mungkin puisi dimanfaatkan sebagai alat untuk mengungkapkan kegelisahan penyair ketika ia mesti ber-hadapan dengan ketidakadilan, ketidakberdayaan atau manakala ia merindui [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 16, 2011
Maman S Mahayana * http://mahayana-mahadewa.com/ Pembuka Kata Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Djenar Maesa Ayu mencuat namanya bersamaan dengan maraknya isu sastra wangi, sebuah ungkapan bernada miring yang ditujukan pada beberapa artis cantik yang terjun ke dunia sastra. Maka, selepas terbit antologi cerpennya, Mereka Bilang, Saya Monyet! (2003), nada miring itu pun sepertinya melekat begitu saja. Namanya juga isu. Ia masih saja bergentayangan. [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 12, 2011
(Laporan Maman S Mahayana, dari Seoul, Korea Selatan) Revdi Iwan Syahputra http://padang-today.com/ Gempa bumi dengan kekuatan 7,9 SR yang melumatkan Padang dan Padangpariaman, Sumatera Barat, telah menyedot rasa kemanusiaan masyarakat dunia, termasuk juga masyarakat Seoul, Korea Selatan. Sejumlah mahasiswa Department of Malay-Indonesian, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), sejak 12 Oktober sampai 17 Oktober 2009, [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on August 21, 2011
Maman S Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Adakah hubungannya koruptor dan komikus? Tentu saja, bisa ada, bisa juga tidak. Yang jelas, keduanya profesional. Koruptor, profesional menilep kekayaan yang bukan haknya, komikus juga profesional dalam bidang membuat cerita-cerita bergambar. Yang mempersamakan keduanya adalah kecerdasan. Maka, koruptor kelas kakap, dengan kecerdasannya, akan nyaman berkeliaran dan bebas dari jeratan hukum. Bagi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 10, 2011
Maman S. Mahayana * http://mahayana-mahadewa.com/ Leila S. Chudori, 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman) Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep. Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang [...]
Filed under: Resensi