PERJALANAN PUISI NARATIF

Maman S Mahayana
Kompas, 4 Agu 2018

Ada banyak cerita tentang tradisi puisi kita. Konon, sumbernya dari Eropa, khususnya Belanda. Muhammad Yamin memperkenalkan soneta. Ia lalu dianggap yang mengawali tradisi puisi Indonesia (modern). Sutan Takdir Alisjahbana (STA, 1946) menyebutnya puisi baru untuk membedakannya dengan puisi lama. Garis pemisahnya terjadi abad ke-20. Bagi STA, sebelum abad itu, puisi lama sebagai pancaran masyarakat lama, zaman jahiliyah, pra-Indonesia. Selepas tahun 1900, bergeraklah puisi (baru) Indonesia. Gagasan itulah yang membentuk dikotomi puisi lama—baru, tradisional —modern. Buku yang disusun Sapardi Djoko Damono (2003), Puisi Indonesia sebelum Kemerdekaan, mewartakan lain. Ia menguak sejumlah puisi abad ke-19. Continue reading “PERJALANAN PUISI NARATIF”

Catatan Kurator: Jejak Kritik Sastra

Maman S Mahayana

Selalu! Menghimpun sebuah antologi bersama dengan ragam dan tema apa pun, problemnya jatuh pada perkara pilihan. Tambahan pula, jika jumlah karya tidak berkutik ketika berhadapan denganketentuan halaman, maka segalanya mesti dipikirkan kembali, dipertimbangan keterwakilannya dengan tetap menjaga tema yang hendak dikedepankan. Jadi, begitulah! Pilihan mesti dijatuhkan, dan pemuatan karya terpaksa bernegosiasi dengan jumlah halaman. Itulah yang terjadi dalam penyusunan antologi esai ini. Maka, selalu, di sana-sini, ada yang luput, tercecer, dan tenggelam.Seperti nasib sebuah kamus, ia ditakdirkan untuk tidak lengkap! Continue reading “Catatan Kurator: Jejak Kritik Sastra”

MAKHLUK TAWADUK DANARTO

Maman S Mahayana

Danarto, salah seorang cerpenis terbaik Indonesia, pergi meninggalkan kita, Selasa, 10 April 2018, Pukul 20.59, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sebuah sepeda motor, siang tadi, 13.30, menabraknya di depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Setelah dibawa ke rumah sakit yang berada di depan kampus itu, sastrawan yang terkenal dengan cerpennya “Godlob” itu dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati. Di rumah sakit itulah, Allah SWT, membawanya pulang. Continue reading “MAKHLUK TAWADUK DANARTO”

ABDUL HADI WM: MENEROKA SUFISME *

Maman S Mahayana
elpoesya.wordpress.com

Jagat tasawuf bagaikan kisah para aulia yang berada di alam gaib nun jauh di sana di dunia entah-berantah; eksklusif dan konon, cuma segelintir makhluk manusia yang dapat memasukinya. Kaum sufidalam kehidupan kesehariannya yang zuhud, berada setingkat di bawah malaikat, dan tujuh tingkat di atas manusia biasa yang masih bergulat dengan urusan syahwat duniawi. Kehidupan kaum sufi adalah kisah para pertapa, jagatasketisisme yang cuma mengurusi perkara menyiapkan bekal untuk akhirat. Continue reading “ABDUL HADI WM: MENEROKA SUFISME *”