Posted by PuJa on November 2, 2011
Mashuri* Seputar Indonesia, 20 Juli 2008 DILIHAT dari capaian estetik dan genre, sastra Jawa bisa disejajarkan dengan sastra dunia.Itu bisa dilihat dari karya Jawa Kuno hingga capaian Ronggowarsito. Namun, seiring laju waktu, ternyata sastra Jawa “terjun bebas”. Nilai estetikanya tak lagi bisa dijadikan patokan, ragam genre yang diusungnya pun terkesan stagnan. Pertanyaannya, apa penyebab mendasar [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 25, 2010
Sebentuk ‘Surat Kreatif’ kepada Fatah Yasin Noor, Penulis Kumpulan Puisi Rajegwesi Mashuri ** Sejarah adalah mimpi buruk (James Joyce) Bung Fatah Yasin Noor yang terhormat. Mungkin kita belum pernah bersua, namun dalam kesempatan ini aku berikhtiar bersua denganmu lewat puisi-puisimu. Siapa tahu aku dan dirimu bertemu atau berpapasan di teks-teks puisimu, dan pertemuan itu bisa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 23, 2010
http://www.jawapos.co.id/ Berguru pada Hujan tidakkah kau tahu, betapa rintik itu ‘lah menikam dadaku sebentuk jarum yang runcing, dingin menggigilkan segala dedahan, dedaun, rimbun tubuhku hingga segala seakan hancur dan tak terkenali kembali, lebur tapi aku masih ingin menyapamu dengan sederhana seperti dahi pada lantai, seperti matahari pada bumi seperti telapak kaki pada tanah basah…
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on May 3, 2010
http://www.lampungpost.com/ Estri Mustakaweni seperti musim, angin selalu berkutat antara pantat dan khianat lalu cuaca berkejaran di reranting, seperti kutilang mengekalkan gigil dalam kicauan lalu menepikan segala dusta dengan kaca menjelma montase luka di gereja
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on April 4, 2010
Mashuri http://mashurii.blogspot.com/ Peristiwa yang menyerupai Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir yang diselenggarakan Yayasan Arena di Aula Universitas Parahyangan Bandung pada 8 September 1974 kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Ruang Sawunggaling, Taman Budaya Jawa Timur pada tanggal 30 Agustus 2002, yang dilakukan oleh sejumlah sastrawan Jawa. Tetapi, terdapat perbedaaan mendasar di antara kedua pengadilan itu.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 3, 2010
http://mashurii.blogspot.com/ Kidung Tanjung Berjalan di utara, bukan hanya laut yang bergelora Duri juga tumbuh bersama kaktus, mimpi pun terbungkus nyeri ritus, nafas laut mendengus, juga sekujurku yang diringkas panas, diringkus arus… Cakrawala pun hangus, ketika gelombang menerjang, angin berhumbalang Bahkan rapal-mantram menjadi rangsum ketika nelayan turun —menjemput laut dengan senyum dan kalut;
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on April 1, 2010
Mashuri http://mashurii.blogspot.com/ Matali bunuh diri! Peristiwa itu langsung menggemparkan kampung Gombalmukiyo. Kampung ini termasuk kampung kecil yang terletak di pinggiran kota, dikelilingi parit kecil, dipenuhi tanaman hijau nan perdu; kampung yang oleh media massa disebut sebagai kampung tempat orang menghilangkan penat karena udara masih murni dan suasananya bisa membuat orang bahagia.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on March 29, 2010
Mashuri http://mashurii.blogspot.com/ Setiap menerbangkan layang-layang, aku ingin menjadi layang-layang. Tubuhku bisa mengambang, terbang bebas di udara, lalu memandang ke hamparan laut lepas, dengan pantai-pantai yang terjal. Bisa memandang luas pedusunan dan bukit-bukit kapur. Aku ingin terbang, seperti burung-burung. Mungkin sejak aku di rahim ibu, aku sudah ditakdirkan untuk memiliki keinginan itu. Ibuku sendiri pernah berkisah, [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on June 7, 2009
Mashuri* http://mashurii.blogspot.com/ “Tapi aku tidak bisa menulis puisi kalau engkau menjamu tuhan dengan membunuh yang lain” Afrizal Malna, dalam puisi Taman Bahasa Puisi jelas berbeda dengan iman, tapi kadang juga bertemu dalam sebuah perjumpaan mesra. Tapi jangan andaikan pertemuan itu seperti sendok dan garpu di sebuah piring di meja makan, karena pertemuan itu kadang bisa [...]
Filed under: Esai