Tag Archives: Mathori A. Elwa

Tentang Seniman Kaya

Mathori A Elwa
http://teraspolitik.com/

Pada tulisan saya sebelumnya, “Tentang Seniman Miskin”, Kamis (8/3/2012), saya menjelaskan duduk perkara hubungan antara seniman dengan kekayaan (material) atau sebutlah itu penghasilan uang.

Ada yang sepakat, ada yang tidak. Hal itu sudah saya sadari dan saya pahami sebelumnya. Bagi saya yang terpenting adalah menyampaikan pendapat itu secara obyektif. Adapun jika ada yang tersinggung, saya sekali lagi, maaf lahir-batin.

Tentang Seniman Miskin

Mathori A Elwa
http://www.teraspolitik.com/

Menjadi seniman itu miskin? Benar bahwa miskin atau kaya itu relatif. Tetapi tak usah dipungkiri karena sebenarnya klaim miskin tersebut merujuk pada kenyataan fenomenal yang general dan kemudian membentuk citra terhadap profesi seniman. Karena sudah terlanjur menjadi citra yang menahun bahkan turun-temurun, maka citra tersebut menjadi realitas; dan itu tak perlu dirisaukan.

Puisi-Puisi Mathori A. Elwa

http://mathorisliterature.blogspot.com/
SAKIT

ribuan sajak minta ditulis segera
dalam kertas
seperti rasa rindu yang mengeram
seperti resep dokter

ribuan sajak kautelan
bersama waktu
pagi siang dan malam
seperti ingin bersama selalu

Kupinang Engkau dengan Sajak

Mathori A Elwa
http://mathorisliterature.blogspot.com/

kupinang engkau, kekasih
dengan sajak
suka dan duka kita satukan
petaka dan keberuntungan
ialah malam dan siang
marilah kita sama-sama dekap
erat-erat
di setiap laut pasti ada ombak

Puisi-Puisi Mathori A. Elwa

http://www.mathorisliterature.blogspot.com/
JADZAB
: KAMU

berhentilah memandangku begitu, sayang
agar aku tak gelisah. Agar aku tak susah tidur
ingin rasanya kauludahi saja wajahku
yang gosong oleh waktu
kini aku pilih jadi anak-anak kembali
agar engkau jengkel, ?Nakalnya anak ini!?