Posted by PuJa on May 19, 2011
M.D. Atmaja Hujan rintik, bertarian di atas kolam para raja. Mendendang lagu, bertalu kusuma rindu dari perjalanan panjang yang tidak pernah bisa kumengerti. Ketika dalam babak yang sakit aku bertemu kembang di tengah sungai waktu, ketika bermimpi tentang cinta dan kematian.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 17, 2011
M.D. Atmaja Perjalanan manusia menjadi indah dikarenakan rasa yang menumbuh dalam kalbu. Rasa ini kita sebut cinta, luapan dari keinginan juga perbauran yang murni mengenai kebutuhan. Tidak sekedar keinginan, sudah tentu juga menjadi kebutuhan di lain pihak. Jikalau cinta sudah menjadi kebutuhan tidak sekedar keinginan, maka rasa ini akan menjadi nuansa dominan di dalam kehidupan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 14, 2011
M.D. Atmaja Membicarakan masalah jimat, tidak semerta-merta membubuhi diri dengan pikiran kolot, atau rasa yang menolak logika. Masyarakat Indonesia, dimulai dalam tradisi animisme yang mana menempatkan posisi jimat dalam struktur sakral yang diminati. Jimat sebagai sesuatu yang logis bagi mereka yang mempercayai, namun kita tidak akan membicarakan mengenai ungkapan “jimat” yang sebenarnya. Akantetapi, lebih pada [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 12, 2011
M.D. Atmaja Ini adalah sebuah kenangan atas hebatnya perhelatan pemikiran kiri di negara yang pernah membantai habis manusia-manusia berpaham merah gerakan dibawah naungan dewa komunis. Sistem pemerintahan yang diyakini dapat membawa kebaikan universal bagi manusia lewat dogma “sama rata sama rasa” yang menurut saya tidak hanya mengarah pada nilai ekonomi belaka. Bagi saya, “sama rata [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 8, 2011
M.D. Atmaja SEJAUH tapak kaki menyusuri jalan, sampailah juga dimana harus berhenti untuk menatap jauhnya perjalanan yang harus ditempuh, pun jauhnya perjalanan yang telah terlewati. Menghadir begitu saja, dalam iringan desau risau yang masih belum terjawab. Melaju kencang menyusupi galau pikiran yang belum usai. Dan sampailah, di tanah seberang dari kampung halaman. Purworejo, merebakkan rindu [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 3, 2011
M.D. Atmaja Menghadapi tumpukan bahan yang disediakan alam semesta, membawa saya pada perundingan. Berkompromi dengan diri sendiri untuk menemukan teknik dan juga solusi dalam usaha menikmati hidup. Banyak dari kita, berhadapan dengan simpang jalan dan kebingungan. Di satu sisi menawarkan gemerlap kenikmatan dan sisi lain menawarkan pemahaman mengenai hakekat. Cara mana yang akan ditempuh menentukan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on April 30, 2011
M.D. Atmaja Konon, hidup seperti sebuah permainan dimana manusia dituntut bergerak di dalamnya. Permainan yang membawa kita untuk masuk ke dalam berbagai keadaan, kadang menguntungkan dan juga terkadang sangat memojokkan sampai membuat kita menangis tersedu, atau marah dalam kekecewaan hebat. Namun, saya hanya bisa menghela napas ketika menghadapi kenyataan lain, kenyataan kolektif yang sungguh menyakitkan. [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 26, 2011
M.D. Atmaja Pagi itu, langit cerah membelai kemuning batang padi yang merunduk. Perkasa merengkuh bumi setelah selesai diberangkus kabut. Manik-manik embun berkilauan, menghiasi pandangan letih menatap hari yang semakin membeban berat. Ah, pagi ini terlalu indah untuk merenungi kesialan nasib di hari kemarin, ucapku pelan.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on April 22, 2011
M.D. Atmaja Sekejap dalam pandangan, menyadari diri berada di tepian punggung tebing. Pandanganku jauh, menembus cakrawala. Pengharapan dan mimpiku tersangkut di sana. Mengambang dan ketika aku mendekati, justru seolah menjauh. Jauh lagi, seperti aku tidak bergerak ke mana pun. Jarak terentang dari kaki berpijak dan langit gantungan mimpi.
Filed under: Cerpen