Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (4 Habis)

(Dari Temu Sastrawan Indonesia II, Pangkal Pinang, 30 Juli โ€“ 2 Agustus 2009)
Mezra E.Pellondou *
Pos Kupang 13 Sep 2009

Sasando ke Seratus Tanpa Lada dan Timah

BEBERAPA sastrawan dipilih panitia untuk mengisi malam apresiasi, yakni Joni Ariadinata, Mezra E. Pellondou, Tan Lioe Ie, Ragil, Nur Wahida Idris, Irmansyah,Willy Siswanto dan lain- lain. Baca selengkapnya “Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (4 Habis)”

Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (2)

(Dari Temu Sastrawan Indonesia II, Pangkal Pinang, 30 Juli โ€“ 2 Agustus 2009)
Mezra E.Pellondou
Pos Kupang 30 Agu 2009

HATIKU sudah memastikan akan membidik dampak dari penambangan timah terhadap lingkungan. Sebelum tiba di Sungai Liat, mataku terpaku pada sebuah “sungai” yang luas dan lebar di Kecamatan Merawang. Eh, ternyata itu bukan sungai atau bukan sekadar sungai, namun cerukan tanah yang dipenuhi air tersebut disebut Kolong oleh masyarakat Bangka. Baca selengkapnya “Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (2)”