Jangan Rebut Kursi Orang

Mohamad Sobary *
Koran Sindo, 24 Mar 2014

Jamal D Rahman menjadi komandan garis depan, sekaligus garis belakang dan penanggung jawab urusan dapur, bagi terbitnya sebuah buku sastra, dengan judul yang menggambarkan ungkapan positivistis, seperti cara para motivator memandang dunia: 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Continue reading “Jangan Rebut Kursi Orang”

Mimpi-mimpi Tokoh Tua

Mohamad Sobary *
Kompas, 28 Nov 2010

APA istimewanya ’mimpi-mimpi’ para tokoh yang saat ini berusia lebih dari 78 tahun? Bagaimana mimpi itu diletakkan di lintasan kehidupan tiga zaman pergolakan yang meresahkan?

Perancang, sekaligus editor buku ini, memiliki asumsi dasar mengapa pemikiran tokoh-tokoh tua perlu dibukukan. Pertama, orang-orang yang mengalami banyak hal di zaman-zaman yang meresahkan itu dengan sendirinya bisa berbicara tentang banyak hal yang patut diabadikan dalam bentuk buku. Continue reading “Mimpi-mimpi Tokoh Tua”

Ini Zaman Memang Edan

Mohamad Sobary *
kompas.com

Kita hidup di abad ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa pencerahan akal budi manusia sejak abad ke-13. Namun, kita tak boleh lupa, ilmu pengetahuan dan teknologi juga merangsang keserakahan tanpa batas, bagaikan samudra tanpa tepi.

Keserakahan tanpa batas itulah yang telah membunuh nilai kemanusiaan di dalam diri kita. Maka, kini ironi besar pun terjadi: efek pencerahan dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu dirusak oleh keserakahan yang menjerumuskan kita ke abad kegelapan jiwa. Kita hidup di abad pencerahan sekaligus di abad kegelapan. Continue reading “Ini Zaman Memang Edan”

Sastra, Ideologi, dan Dunia Nilai

Mohamad Sobary *
kompas-cetak

Sastra menyodorkan ke hadapan kita ekspresi estetis tentang manusia dan kebudayaannya. Di dalamnya tercakup kompleksitas ideologi, dunia nilai, norma hidup, etika, pandangan dunia, tradisi, dan variasi-variasi tingkah laku manusia. Dengan kata lain, sastra berbicara tentang tingkah laku manusia di dalam kebudayaannya.

Di dalam sastra, seperti halnya di dalam kajian tentang kebudayaan, manusia disorot sebagai makhluk sosial, makhluk politik, makhluk ekonomi, dan makhluk kebudayaan. Tak mengherankan sastra disebut cermin masyarakat, dan cermin zaman, yang secara antropologis merepresentasikan usaha manusia menjawab tantangan hidup dalam suatu masa, dalam suatu konteks sejarah tertentu. Continue reading “Sastra, Ideologi, dan Dunia Nilai”