Mengapa Dosen-dosenku Malas Menulis?

Mohammad Afifuddin*
http://www.jawapos.com/

”Mengapa dosen-dosenku malas menulis?” Apakah mereka benar-benar tidak bisa menulis? Sepertinya mustahil mereka tidak bisa menulis. Mereka jelas punya kemampuan menulis. Buktinya, mereka berpengalaman menulis skripsi, tesis, bahkan disertasi. Juga ada puluhan buku yang ditulis para dosen tersebut. Tapi, mengapa mereka malas menulis di media massa? Continue reading “Mengapa Dosen-dosenku Malas Menulis?”

Tan Malaka dan Buku-Buku Penjebol Wacana

Mohammad Afifuddin*
http://www.jawapos.com/

SEBAGAIMANA diutarakan Goenawan Mohamad, pada hari-hari dalam bulan Agustus 1945, yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik. Hindia Belanda sudah tidak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikan juga baru saja kalah. Yang ambruk adalah sebuah wacana.

Sebuah wacana adalah sebuah bangunan perumusan. Tapi, yang berfungsi di sini bukan sekadar bahasa dan lambang. Sebuah wacana dibangun dan ditopang kekuasaan dan sebaliknya, membangun serta menopang kekuasaan itu. Continue reading “Tan Malaka dan Buku-Buku Penjebol Wacana”

Ahmad Wahib dan Supremasi Keaksaraan

Mohammad Afifuddin*
http://www.jawapos.com/

Dalam sebuah diskusi ringan di warung kopi, seorang kawan asal Madura membeberkan fakta bahwa di tanah kelahirannya, ternyata, masih banyak masyarakat yang buta huruf. Berdasar data yang dia tunjukkan, di antara 3 juta masyarakat se-Jawa Timur yang masih buta huruf, persebaran terbesarnya berada di empat kabupaten di Madura. Continue reading “Ahmad Wahib dan Supremasi Keaksaraan”