Tag Archives: Naning Pranoto

Ranting Bergoyang

Naning Pranoto
http://www.suarakarya-online.com/

Kita maksudku, aku dan kau, kini berada di dua titik berbeda: jauh dan makin jauh. Kita adalah dua orang asing. Itu menurutku. Sejak? Ya, sejak kau berubah. Mula-mula, kau ubah namamu. Berikutnya, kau ubah tata rambutmu yang semula lurus hitam sepanjang punggungmu, dipangkas jadi sejengkal berwarna merah wortel bergaya paku menantang langit. Hidungmu juga meruncing setelah kau kembali dari Singapura.

Perempuan di Bawah Pohon Oak

Naning Pranoto
http://www.suarakarya-online.com/

Harapan adalah mimpi yang berjalan, kata Aristoteles. Perempuan bertopi anyaman pandan itu berjalan bersamanya. Ia menyusuri jalan setapak berkelok yang menggurat hamparan kebun sebuah penjara di Creek, bertengger di bagian Bumi Paman Sam.

TAMSIL ETOS MENULIS NANING PRANOTO

Sutejo
Ponorogo Pos

Seorang aktivis kepenulisan yang begitu populer, Naning Pranoto dalam bukunya, From Diary to be Story (Penebarplus, 2006), ada mutiara yang menarik untuk dikuak: etos (kerja keras). Bukankah kerja keras dalam bidang apa pun adalah kunci utamanya? Jika kita ingin sukses menulis, maka etos kerja ini menjadi samurai penting dalam memasuki dunia persilatan kepenulisan.

Bibir Biru

Naning Pranoto
http://www.suarakarya-online.com/

Kulihat ratusan ribu bibir biru di layar kaca saat gelar konser World Cup 2010 Opening Ceremony di Orlando Stadium di Soweto Johannesburg Afsel 11 Juni lalu. Bibir-bibir biru itu mengingatkanku pada gadis bernama Robben. Aku memanggilnya: Bi-Bi. Nama lengkapnya, Robben Rolihlahla Mvezo Umtata.

“Namamu panjang sekali. Sulit kuingat!” komentarku spontan, ketika Bi-Bi, bola matanya yang hitam berkilau membelalak. “Padahal, itu nama bertuah.”