Bertemunya para Penyair Bali

Nuryana Asmaudi SA
http://www.balipost.co.id

APA yang terjadi jika para penyair Bali dari berbagai generasi dipertemukan? Pasti heboh. Ya, begitulah suasana yang terjadi di Gedung Wantilan Taman Budaya Bali, Sabtu (20/5) lalu. Penyair Bali dari berbagai generasi, mulai dari generasi penglingsir hingga generasi terkini, berkumpul dalam sebuah acara bertajuk “Temu Penyair Bali”. Inilah acara “langka” yang digelar Taman Budaya Bali. Continue reading “Bertemunya para Penyair Bali”

Pesta Sajak “Segara Anak”

Memahami Keindahan dari Sebutir Sajak
Nuryana Asmaudi
http://www.balipost.co.id/

PERPINDAHAN seorang penyair ke daerah mukim baru kerap jadi spirit serta mengilhami lahirnya karya baru yang membanggakan. Daerah mukim baru juga kadang memberi warna yang lebih segar dan agak berbeda dengan karya sebelumnya. Hal itu tentu menjadi keberuntungan sekaligus berkah bagi sang penyair yang secara sadar maupun tak sadar “menerima” dan “diterima” di daerah mukim baru tersebut. Continue reading “Pesta Sajak “Segara Anak””

Membincang Dunia Sastra Indonesia di Sanur

Nuryana Asmaudi
Bali Post, 17 Des 2006

BALI kembali jadi tuan rumah event sastra bertaraf nasional. Hajatan bertajuk “Temu Sastra II Mitra Praja Utama 2006” (MPU 2006) yang digelar di Hotel Inna Sindhu Beach, Sanur, pada 12-15 Desember lalu itu melibatkan para sastrawan terkemuka Indonesia, pegiat sastra, pengajar, akademisi sastra, sampai birokrat pemerintah. Sebuah peristiwa besar dunia sastra di Tanah Air yang menarik dan penting untuk dicatat. Continue reading “Membincang Dunia Sastra Indonesia di Sanur”

Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak

Nuryana Asmaudi SA
http://www.balipost.co.id/

BANYAK orangtua/guru yang gelisah ketika anaknya hendak mengikuti lomba baca puisi. Mereka berusaha mencari pelatih yang bisa mengajari anaknya cara membaca puisi yang baik dan “benar”, agar anaknya menang dalam lomba tersebut. Kegelisahan dan usaha orangtua/guru tersebut wajar karena menginginkan anak atau muridnya meraih prestasi.

Namun, ada juga orangtua/guru yang menempuh jalan pintas, misalnya “mendekati” calon juri dan meminta agar anak/muridnya diajari baca puisi. Permintaan (KKN terselubung) itu tentu ditolak oleh calon juri, karena melanggar etika penjurian. Continue reading “Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak”