Korrie Layun Rampan, dari Borneo Menjaga Sastra Indonesia

Oyos Saroso H.N.

Teraslampung | Portal Berita Lampung Terkini dan Terpercaya

Setelah sejak 1997 pindah dari Jakarta ke Lampung, saya tidak pernah bertemu lagi dengan Korrie Layun Rampan. Kami kembali bertemu pada perhelatan Kongres Cerpen Indonesia (KCI) kelima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhir Oktober 2007 lalu. Saat itu,Korrie masih menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Barat, Kalimantan Timur. Continue reading “Korrie Layun Rampan, dari Borneo Menjaga Sastra Indonesia”

Politik Bahasa dan Kita

Oyos Saroso H.N. *
Lampung Post, 29 Okt 2008

SETIAP peringatan Bulan Bahasa, saya selalu teringat saat-saat masih menjadi pelajar sekolah lanjutan tahun 1980-an di Jawa Tengah. Ketika itu, sekolah kami selalu mengadakan peringatan dengan mempraktekkan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik, artinya sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Benar berarti tepat pemakaiannya sesuai dengan keadaan atau situasi. Continue reading “Politik Bahasa dan Kita”

Memenjarakan Khayalan dan Pikiran

Oyos Saroso H.N.
Lampung Post, 12 Maret 2007

Pemenjaraan pikiran terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. Orang-orang yang berpikiran berbeda dengan penguasa dan dianggap melanggar tatanan negara diadili, dipenjarakan atau dilenyapkan begitu saja dari muka bumi.

Masalahnya ialah kalau tatanan negara itu dibuat berdasarkan daulat raja, bukan daulat rakyat. Yang banyak menjadi korban sudah pasti rakyat biasa. Continue reading “Memenjarakan Khayalan dan Pikiran”

Menggali Nilai Baru Budaya Lokal

Oyos Saroso H.N.*
Lampung Post, 5 Juni 2005

KETIKA Dewan Kenian Lampung (DKL) menggelar lomba cipta puisi tingkat nasional untuk memperebutkan penghargaan Krakatau Award, beberapa waktu lalu, ratusan puisi dari berbagai penjuru Tanah Air berhasil dikumpulkan panitia. Yang menakjubkan adalah, banyak penyair yang menempelkan kata dari “berbau” Lampung dalam puisi-puisinya. Lokalitas tiba-tiba menjadi penting bagi penyair ketika panitia lomba menentukan tema kelokalan dalam lomba penulisan puisi. Continue reading “Menggali Nilai Baru Budaya Lokal”