6-7 Pentigraf Siwi Dwi Saputro

6. Perempuan Pemecah Batu Di Kaki Gunung Merapi

“116. Seorang pemecah batu harus tahu serat-serat batu.”

Dari Perempuan itu, yang selalu memecah batu-batu, di sepanjang jalan menuju Kinahrejo, di kaki lereng Merapi, aku belajar banyak. “Kau harus tahu serat-seratnya” katanya pada suatu senja, ketika bunga-bunga mulai menebarkan wangi yang tak biasa. Kabut pun turun. Bunga kopi mengajakku menari bersama harumnya. Meliar aku. Continue reading “6-7 Pentigraf Siwi Dwi Saputro”

Tiga Pentigraf Siwi Dwi Saputro

: Dipetik dari Ujaran-Ujaran Hidup Sang Pujangga *

1. Hutang Rindu

“2. Kerinduan adalah doa paling suci.”

Malam. Sepi bertabur bintang. Daun-daun setengah tertidur dibuai lembut bayu. Kegelapan malam menambah cekam hatiku yang sudah sedemikian rapuh menahan rindu. Sepuluh purnama telah berlalu ketika terakhir kali kupeluk sepenuh cinta dia. Lelaki itu. Rindu terhadapnya tidak pernah pupus, apapun tindakan yang dilakukannya, selalu doaku mengalir menganak sungai. Continue reading “Tiga Pentigraf Siwi Dwi Saputro”

LELAKI BAJING(AN)

Arie Yani

Betapa terpukul dan hancurnya hidup Key setelah kejadian malam itu. Lelaki yang baru dikenalnya satu bulan, tega memperkosanya. Key mengikuti berbagai kegiatan untuk melupakan kejadian menjijikan tersebut, namun hati tidak bisa dibohongi. Hari demi hari dijalaninya dengan pandangan kosong. Hidupnya menuju depresi. Continue reading “LELAKI BAJING(AN)”