SEHELAI PUISI DI JALAN INI

Taufiq Wr. Hidayat *

Suatu ketika, sebuah kendi di dalam dadamu meneteskan air. Tepat ketika dengan dahaga menyambut duka yang tiba. Tapi pada gerimis kecil dalam puisi ini, tiada henti yang dinanti.

Suatu ketika, lampu-lampu dalam mimpi kotamu dipadamkan. Tepat ketika matahari mengirimkan debu waktu. Ada selembar surat yang melayang tanpa alamat, tergeletak di tepi jalan itu. Entah berapa saat sudah, musim-musim menghuni abad, dan gemuruh selalu berderu terus berderu dalam dadamu. Continue reading “SEHELAI PUISI DI JALAN INI”

JALANAN HUJAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Melewati jalanmu. Menurun. Tikungan yang tajam. Pohon-pohon jati dan mahoni tumbuh dalam dadamu. Proyek jalan terus memadatkan jalanmu sampai membatu. Tapi mereka menambal jalanmu dengan bahan yang tidak kokoh. Seperti memoleskan mentega di atas sepotong roti. Continue reading “JALANAN HUJAN”

SEBUAH KESALAHAN YANG BISA DIMAKLUMI *

Gabriel García Márquez
Penerjemah: Rambuana **

Saat itu hari Selasa di Cali. Pria itu, yang baginya akhir pekan adalah sebuah periode yang keruh tak berujung–tiga hari tanpa bekas–telah mengangkat gelas demi gelas dengan pantas dan cekatan dan keras kepala hingga tengah malam pada hari Minggu. Pada Selasa pagi, saat dia membuka mata dan merasa kamarnya dipenuhi oleh rasa pening sebesar raksasa, pria itu meyakini dia hanya telah berpesta di malam sebelumnya dan telah terbangun pada Minggu pagi. Dia tidak mengingat apa pun. Namun, Continue reading “SEBUAH KESALAHAN YANG BISA DIMAKLUMI *”