Posted by PuJa on October 17, 2011
Hasnan Bachtiar AKU harus terdiam di sini, di tengah kegalauan yang semakin memburu jiwa, terombang-ambing gelombang mimpi buruk yang menghantuiku. Entah mengapa aku selalu berpikir, “mengapa kehidupan itu kacau sekali”. Aku tak bisa menebaknya. Menebak masa depan terlalu sulit. Resahku, sayup-sayup meneror telinga bayi-bayi yang kesepian. Seperti tega untuk menhunjamkan belati bertubi di jantung yang [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on August 24, 2011
Prosa ini untuk almarhum guruku, Hariwidjaja. Hasnan Bachtiar Oh umat manusia… hiruplah harum ranum risalah Muhammad yang mulia, saksikan wujud pancaran Allah Yang Ilahi. Oh umat manusia… ciumlah manisnya bibir lelaku budi pekerti yang membebaskan sesama, tersenyumlah tuk raih ajaran shalat yang terpuji, relakan hatimu pahami kisah cinta dalam prosa yang sunyi senyap tiada melenyap [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on January 28, 2011
Tia Setiadi http://pawonsastra.blogspot.com/ Why should the aged eagle stretch its wings? (T S. Elliot) Sahabat, pernahkah engkau memperhatikan bunga teratai merah yang telah tumbuh dibawah air dan tiba-tiba mencuat kepermukaan kolam? Begitulah sebuah fragmen kepribadianmu tampil mengukuhkan presensinya diantara fragmen-fragmen lain, seperti sepotong langit yang melukis kebiruannya sendiri. Kebiruan yang dilukis itu adalah Wajah Sang [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on January 26, 2011
Abdul Aziz Rasjid Tetanggaku yang cantik, Dalam deras hujan begini tak mungkin aku dapat menangkap kupu-kupu untukmu (yang pernah kau ceritakan padaku, hinggap sebentar dalam kamarmu). Karena itulah, dengan keinginan sama, yang bisa kulakukan untukmu adalah menangkap kupu-kupu lewat sebuah sajak. Tapi sebelum kulakukan itu, ijinkan aku mengurai secara ringkas tentang kehidupan kupu-kupu.
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on December 13, 2010
Tak Ada Gerhana Itulah teks yang sarat kandungan sepi yang mencekam. Padahal kami tak punya kecurigaan apa pun pada nasib. Tentu saja masing-masing dari kami sudah punya anak. Mereka senang berlarian di halaman rumah. Apakah kelak mereka akan jadi penyair, misalnya, kami tak tahu. Kami tidak menyerahkannya kepada takdir. Daya dan upaya kami sudah maksimal. [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on December 1, 2010
Imron Tohari Airmata itu menari-nari mencari ruang Maha layaknya angin yang bertiup, melayuk, membelai dedaun di ruang-ruang jumantara. Dan langit terang jua adanya murai berkicau di pucuk-pucuk cemara, pun entah di mana kicaunya lesap kala kelam menggulat alam, seperti saat tubuh-tubuh tak lagi berpeluk, bibir-bibir tak lagi berkecup, kesendirian mengantar tangisan kekasih. Masihkah burung merak [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on October 13, 2010
KRT. Suryanto Sastroatmodjo http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/ Ayunda Florentina Betty Suharti. Rasanya baru seperempat jam lalu, ketika kita melepas keberangkatan Tante Yottiek yang tergesa, di Stasiun Kota Kebumen, dalam kemarau yang menyesakkan nafas. Semalam, banyak sekali Tante mengungkapkan kisah-kisah masa mudanya yang penuh kenangan, sungguh pun sebagian besar diliputi kepahitan. Tapi alangkah sedihnya, bila menyaksikan sejak dulu, lakon [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on October 9, 2010
http://media-lamongan.blogspot.com/ Bayang Diri Sebuah gedung bertingkat empat. Di lantai paling atas, laki-laki itu seorang diri. Berdiri menyandarkan bagian depan tubuhnya pada tembok pembatas. Bagian atap yang menjorok ke depan di atasnya, melindungi dirinya dari sinar matahari yang menambahkan tajam menyilaukan mata bersama hari yang menanjak siang.
Filed under: Prosa