Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme

Puji Santosa

Tonggak kelahiran teori postkolonial ditandai dengan terbitnya buku Edward W. Said (1978), Orientalism. Tesis utama buku karya Said tersebut menggunakan pendekatan hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan. Sebagaimana diantarkan oleh Michael Foucault dalam bukunya, The Archeology of Knowledge (1972) dan Discipline and Punish: The Birth of the Prison (1977), Continue reading “Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme”

Sastrawan Kalteng dalam Peta Sastra Nasional

Puji Santosa*
http://cabiklunik.blogspot.com/

BEBERAPA hari yang lalu, akhir bulan Juli 2008, saya membaca sepintas tulisan Saudara Udo Z. Karzi di internet. Awalnya saya membuka blog yang ditulis Udo dengan bahasa daerah, dan saya kurang paham dengan bahasa daerah apa. Hal itu tidak saya hiraukan karena saya kurang paham dan tidak mengerti makna bahasa daerah itu. Lalu, awal bulan Agustus 2008 saya membaca lagi tulisan Saudara Udo yang bertajuk “Dicari Sastra(wan) Kalteng” lewat cabiklunik.blogspot.com Continue reading “Sastrawan Kalteng dalam Peta Sastra Nasional”

Sastra dan Dunia Wayang

Puji Santosa

Banyak pandangan dari para kritisi Barat bahwa memahami masyarakat Indonesia masa kini tidak terlepas dari warisan budaya tradisionalnya. Sebab warisan budaya tradisional tersebut telah mengondisikan keadaan sekarang yang mengajari bagaimana cara meramu penerimaan suatu gagasan dari luar, baik pengaruh dari dunia Barat maupun dunia Timur yang lain, seperti Arab, Persia, dan India. Budaya tradisional itu telah memberi pembelajaran yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup kita kini. Salah satu warisan budaya tradisional tersebut adalah wayang. Continue reading “Sastra dan Dunia Wayang”

DIMENSI KETUHANAN DALAM IBLIS DAN KEBINASAAN NEGERI SENJA

Puji Santosa

1. Pengantar

Dimensi hubungan manusia dengan Tuhan sering di­gam­barkan secara vertikal atau transendental, yakni manusia se­bagai makhluk dan Tuhan sebagai khalik atau Maha Pencipta. Ba­nyak orang membicarakan hubungan manusia dengan Tuhan sehingga menjadikan hubungan manusia dengan Tuhan sangat mendasar bagi kehidupan manusia di dunia. Sila pertama dari dasar negara Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa tentulah segala sesuatunya selalu bertumpu pada dasar ne­ga­ra tersebut. Continue reading “DIMENSI KETUHANAN DALAM IBLIS DAN KEBINASAAN NEGERI SENJA”

ESTETIKA KESUFIAN “TUHAN, KITA BEGITU DEKAT” ABDUL HADI W.M.

Puji Santosa

1. Pendahuluan

Abdul Hadi W.M. adalah salah seorang penyair yang telah menghasilkan beberapa kumpulan sajak, antara lain, Terlambat di Jalan (1968), Laut Belum Pasang (1971), Cermin (1975), Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975), Meditasi (1975), Tergantung Pada Angin (1977), dan Anak Laut Anak Angin (1984). Salah satu sajak Abdul Hadi W.M. yang menarik dan kuat sehingga mengangkat dirinya sebagai penyair sufistik adalah sajak “Tuhan, Kita Begitu Dekat”. Continue reading “ESTETIKA KESUFIAN “TUHAN, KITA BEGITU DEKAT” ABDUL HADI W.M.”