Tag Archives: Putu Fajar Arcana

Macbeth, Tragedi “Indah” dari Shakespeare

Putu Fajar Arcana
_Koran Kompas

Pada dasarnya, kita sangat suka terhadap tragedi. Dalam waktu singkat, cerita tragedi dari sebuah ruang pengadilan di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, menjadi buah bibir meski hanya dipicu oleh tiga butir buah kakao. Itulah panggung teater sesungguhnya yang sulit ditandingi pementasan semacam lakon Tragedi Macbeth, 20-22 November 2009, oleh Teater Sastra Universitas Indonesia di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Bilik Sederhana Jakob Sumardjo

Putu Fajar Arcana
Kompas, 5 Sep 2010.

Orang tua yang sederhana itu tetap tangguh memainkan jari-jarinya di atas tuts mesin tik yang huruf-hurufnya sudah tampak lumer. Semua oleh deraan jutaan kali ujung jari Jakob. Lebih-lebih saat ini, lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 26 Agustus 1939, ini sedang menyelesaikan draf buku berjudul Pola Personalitas Kebudayaan Sunda, yang menurut rencana setebal 400 halaman.

Mengikis Si Kepala Batu!

Putu Fajar Arcana
Kompas, 1 Mei 2011

KEPALA batu! Itu ungkapan yang keras. Kalau ditentang akan muncul benturan. Dan benturan selalu berujung pada perpecahan. Bisakah sebuah potret sosial meluncur dari kekerasan batu-batu?

Komposer Memet Chairul Slamet menjadikan bahasa batu sebagai ungkapan berbagai hal tentang kenyataan sosial yang kini melanda hidup kita. Ia bahkan menjalin komposisi musik dalam satu pementasan bertajuk ”Menunggu Batu Bernyanyi”, Selasa (26/4) di Bentara Budaya Jakarta (BBJ).

Dari Mitos ke Kehidupan Urban

Putu Fajar Arcana
Kompas, 27 Februari 2011

PERJALANAN dari mitos Sawerigading yang ada dalam teks ”I La Galigo” sampai kebudayaan urban perlu berabad-abad. Transformasi dari memori tubuh ”primitif” suku Papua sampai pada bentuk tari kontemporer juga bisa sangat panjang. Tetapi, semuanya bisa bertemu dalam panggung IDE (Indonesia Dance Expression), Selasa (22/2) di GoetheHaus Jakarta.

Belanja Religiusitas dalam Novel Populer

Putu Fajar Arcana
Kompas, 27 Des 2009

EMPAT tahun setelah novel Ayat Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy terbit tahun 2004, dunia film mengangkatnya menjadi semakin populer. Film berjudul sama yang disutradarai Hanung Bramantyo itu setidaknya berhasil menjaring 3,7 juta penonton. Sebuah angka fantastis yang dicapai dalam waktu singkat. Teks sastra sebagai novel mungkin akan ngos-ngosan jika ingin melampaui pencapaian itu!