Puisi dan Korupsi

Putu Setia
Kompas, 06/10/13

Dalam penalaran dualistik biner, di dunia ini hanya ada (orang) yang korupsi dan tidak korupsi. Pada kenyataannya, ada banyak yang tercecer di antara korupsi dan tidak korupsi, ?bahkan terpanggil untuk memberantas korupsi. Si penegak hukum yang tidak korupsi tapi kemaruk menerima hasil korupsi, misalnya, bisa aktif mengatur dakwaan agar terperoleh vonis hukuman ringan atau penataan fasilitas penjara agar si koruptor nyaman. Continue reading “Puisi dan Korupsi”

Bondres Sastra Dunia

Putu Setia
balipost.co.id

Mulai hari ini, bertepatan dengan rerainan Tumpek Landep, di Ubud dilangsungkan ”Festival Penulis dan Pembaca Internasional” yang akan berakhir 3 Oktober nanti. Bahasa keren dari kegiatan yang sudah ketiga kalinya digelar ini adalah Ubud Writers and Readers Festival. Di sini bertemu penulis-penulis dari berbagai daerah di Indonesia, tentu saja akan banyak didominasi penulis Bali, dan penulis dari berbagai negara yang punya perhatian terhadap dunia sastra. Ada ide besar yang ingin dicita-citakan melalui festival ini, yakni menjadikan Bali sebagai pusat sastra dunia. Continue reading “Bondres Sastra Dunia”

Lilin Gus Dur

Putu Setia
http://www.tempointeraktif.com/

Ada lilin dinyalakan. Berpuluh-puluh jumlahnya, untuk mendoakan kepulangan Gus Dur–sapaan akrab Abdurrahman Wahid–ke alam maya yang sejati. Di sekitar lilin ada berbagai manusia dengan keyakinan yang berbeda, namun tak ada bisik-bisik di antara mereka: “Kamu beragama apa, ya?”

Di pemakaman keluarga di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, masih mengalir orang-orang yang datang berziarah, ayat-ayat Al-Quran berkumandang. Continue reading “Lilin Gus Dur”