Tiga Puisi Rakai Lukman

NEGERI AIR

Sungai-sungai luber, sawah-rumah tergenang. Nyanyi tangis pengungsi. Langit memeras keringat saban sore hingga pagi. Dibibir sungai tanggul tak lekas berdiri.
Negeri air. Banjir ajang wisata bencana. Meraup untung ribuan derita. Sumbangan menggunung di lumbung serupa sampah. Dompet peduli bengkak tak terbendung. Meringkuk sepi di bunker saja. Continue reading “Tiga Puisi Rakai Lukman”

Dua Sajak Rakai Lukman

Duduk Bersanding Sang Legislator

Bersanding kesah legislator miskin pekerti, tubuhku belagu berasa kaya imaji, imaji bulat bundar laksana purnama malam sura, sura yang dipintal dari darah juga air mata. Mata air-airmata pemilik suara-suara yang rapat disimpan dalam kantong jas legislator, legislator yang telantarkan tanah-tanah juga bibir pantai, pantai calon reklamasi penampung money londry, londry bagi baju sahwat dan dasi memanjang serupa lidah rakus, rakus yang menjelma lubang kakus. Continue reading “Dua Sajak Rakai Lukman”