BERLIPAT TUJUH PULUH

Rakai Lukman *

Bulan sabit bertengger sehabis adzan. Satu persatu gemintang saut-menyaut dendangkan dzikir. Kerlipnya memberi isyarat. Lengkungan langit teduh. Meski gelap. Kerlipnya masih seperti kemarin. Indah. Senandung suara menjerambab ulu hati. Bintang-bintang menari dengan ritus dan ritual ilahiah. Bintang sendiri tidak ragu berpetualang di negeri dzikir. Tarikan demi tarikan nafasnya dinamis. Dengan kodrat alamiyahnya. Continue reading “BERLIPAT TUJUH PULUH”