Tag Archives: Rakhmat Giryadi

Tiga Cerpenis Jawa Timur

Beni Setia
horisononline.or.id

YANG dimaksudkan dengan tiga cerpenis Jawa Timur dalam tulisan ini adalah: Fahrudin Nasrulloh, yang termanifestasikan dengan kumpulan cerpen, Syekh Bajirun dan Rajah Anjing, (Pustaka Pujangga, Lamongan Februari 2011); dan Mardi Luhung dengan kumpulan cerpen, Saya Jatuh Cinta Lagi pada Istriku (komodo books, Depok Februari 2011); serta R. Giryadi dengan kumpulan cerpennya, Dongeng Negeri Lumut (Satukata, Sidoarjo Januari 2011). Dua bulan di awal 2011, tiga kumpulan cerpen dari tiga cerpenis yang mempunyai latar belakang berbeda, dan bagaimana perbedaan latar belakang itu menentukan corak ekspresi ber-“cerpen” mereka.

Malingisme

Rakhmat Giryadi
Radar Surabaya, 10 Juli 2011

Jarak kampung Suka Miskin dengan kota tidaklah jauh. Kata para tetua di kampung, hanya berjarak satu tarikan napas. Namun, sejak kota Suka Maju berkembang pesat, kampung Suka Miskin, bertambah kelihatan miskinnya dan jarak antara kampung dan kota seperti bertambah jauh. Seperti ada jurang curam yang harus ditempuh penduduk kampung Suka Miskin untuk menuju ke kota Suka Maju.

‘Puisi Saya Antitesis Puisi W Haryanto’

Indra Tjahjadi
Pewawancara: R. Giryadi
Suara Indonesia, 20 September 2005

Sejak berkenalan dengan W. Hariyanto, Indra Tjahja dimengakui mulai belajar menulis puisi. Energi kreatrf kepenyairannya diakui, selain lewat buku-buku bacaan tetapi lewat perkenalannya dengan penyair W.Hariyanto. Karena tertarik dengan bahasa ungkap puisi W. Hariyanto, Indra berusaha ‘mempelajari’ gaya penulisan W. Hariyanto, dengan mencoba menjadi ‘juru ketik’ puisi-puisi W.Hariyanto. “Tetapi anehnya setelah saya membuat puisi, justru menjadi antitesis dari pemikiran We,” kata Indra kepada R. Giryadi wartawan Suara Indonesia dikediamannya Jl. Potro Agung II/5 Surabaya, Sabtu (20/11).

Bapakku Telah Pergi 1

Rakhmat Giryadi
Suara Merdeka, 16 Jan 2011

Bapakku telah pergi
menemui pembakaran
ruang suci tempat selesaian
tapi ekor-ekor yang ditinggalkan
membelit tubuhku…

Puisi karya sahabatku yang aku temukan di antara sisa duka setelah kepergian Bapak, seperti belati yang menyayati kulit. Kata demi katanya seperti merajam hati, menelusup ke lorong gelap sejarah keluarga kami.

Kabuki Terbukti (Kisah Cinta yang Akrobatik)

Rakhmat Giryadi*
http://teaterapakah.blogspot.com/

Tubuh hanyalah yang terbaik dari objek yang dimiliki,dimanipulasi, dipakai secara fisik.-Jean P. Baudrillard.

Adagium Freudian yang menyatakan bahwa ?wanita menginginkan cinta, laki-laki menginginkan seks? agaknya sudah tidak berlaku lagi dalam masyarakat modern. Tubuh, mengalami suatu fase revolusioner dalam masyarakat modern jika dibandingkan periode sebelumnya. Berjalan seiring dengan ledakan seksual, tubuh mengalami transformasi makna sekaligus penampakan.

Yudhistira, Ajari Kami Tentang Kejujuran

Rakhmat Giryadi
http://kamarbudaya.wordpress.com/

Carikan satu saja, pemimpin yang jujur! Satu saja, tidak perlu 2, 3, atau lebih. Kalau ada, tolong sarankan dia tidak masuk dalam ranah kekuasaan. Tetapi tahukah Anda, betapa sulitnya mencari pemimpin yang jujur! Apalagi adil! Jangankan dua, satu saja kita sulit sekali mendapatkannya. Meski dapat, tak lama kemudian tiba-tiba ia terlibat atau dilibatkan skandal.