Posted by PuJa on November 3, 2011
Raudal Tanjung Banua http://www.balipost.co.id/ CATATAN ini saya tulis dengan ingatan kepada sebuah buku karya seorang pemikir Bali, I.B. Agastya ”Di Kaki Pulau Bali”. Entah kenapa buku tipis penuh makna itu tiba-tiba melintas di benak saya, ketika saya mulai menapak Pulau Sulawesi. Barangkali karena buku tersebut mampu mengurai pentingnya sejumlah hal terkait ”kaki Pulau Bali”, mencakup [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on September 4, 2011
Raudal Tanjung Banua http://www.lampungpost.com/ AKU merantau, seolah semuanya telah menjadi lampau. Tapi tidak. Semuanya baru dimulai ketika ingatanku terasa bangkit kembali di sepanjang jalan yang kulalui. Telah aku seberangi selat dan kulewati kota-kota, dalam sebuah bus tua yang berderak sepanjang jalan, sepanjang siang dan malam. Meskipun dioper bus tiga kali, tetap bus tua juga yang [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on August 1, 2011
Raudal Tanjung Banua Lampung Post, 30 Juli 2011 OTONOMI daerah merupakan impian untuk meretas kehidupan sosial-politik yang lebih adil dan bermartabat. Tak kurang 30 tahun lamanya Indonesia pernah merasakan sumpeknya sistem sentralistik. Maka, dalam era reformasi sistem desentralisasi dianggap tepat mengatasi dampak-dampak yang memusat, mulai tak meratanya pembangunan, luputnya pengadaan infrastruktur penting suatu kawasan, kecilnya [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 3, 2011
Raudal Tanjung Banua http://www.harianhaluan.com/ Chairil Anwar, seorang penyair yang mati muda, tapi toh menyandang prediket yang amat prestesius: Sang Pelopor. Setidaknya, ini sedikit mengobati klangenan kita akan sosok dan pokok yang lahir dan dibesarkan oleh proses kreatifnya sendiri, bukan dari ranah politik yang lebih mengandalkan intuisi dan publisitas ala selebritis sebagaimana terlihat dalam kecenderungan kehidupan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 8, 2011
Raudal Tanjung Banua http://www.lampungpost.com/ Tulisan ini mengusung sebuah pertanyaan retorik: Kenapa pemerintahan yang dikomandoi SBY-Boediono akhir-akhir ini selalu menuai sorotan? Sebut saja sorotan masyarakat atas ketidakpastian hukum Centurygate, harga kebutuhan pokok melambung, keamanan kian rawan, perdagangan bebas kian menyengsarakan, akrobatik penegakkan hukum, korupsi kian menjadi serta berkuasanya para mafia peradilan.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 1, 2011
http://www.lampungpost.com/ Ke Pedalaman 1. arus yang lamban. jembatan kayu tua hitam batu bara teronggok di tongkang renta adalah susu perempuan negro tersesat di borneo seorang perempuan iban menatapnya iba
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on April 30, 2011
http://www.balipost.co.id/ Sampit di sampit, orang-orang pernah merayakan pikiran sempit, kota yang lapang menjadi sempit ketika kudatang kudengar suara enggang menjauh di bukit-bukit, jauh di sebalik hamparan sawit lengang mengapung di ladang tambang,
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on March 12, 2011
Raudal Tanjung Banua http://suaramerdeka.com/ Jika ingin merasakan segala kebaikan alam, datanglah ke Loksado, pemukiman masyarakat Dayak-Meratus di hulu Sungai Amandit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Selain alamnya yang asri, di sana juga terdapat rumah panjang suku Dayak (Balai Malaris), air terjun Haratai, Danau Bangkau, Bukit Kantawan dan pemandian air panas Tanuhi.
Filed under: Canting