Tag Archives: Raudal Tanjung Banua

Kami Antar Barang sampai Kampung Terujung

Raudal Tanjung Banua *
Jawa Pos, 27 Agu 2017

ZEN menyampirkan handuk kecil di leher, dan sambil bersiul ia turun ke air. Takjub, ia terpaku sebentar, memandang arus memutih seolah baru menemukan sungai susu yang disebut dalam kitab suci. Tapi ketika membuka pakaian, ia sadar bukan orang pertama di tempat itu: ia lihat bungkus sabun dan sampo berserakan di celah batu. Dan, saat ia mulai berendam, sesuatu nyangkut di kakinya, ia angkat: o, bungkus mi instan hanyut terseret arus!

KONSEPSI SASTRA DAN GERAKAN LITERASI KITA

Raudal Tanjung Banua
arsipsastranusantara.com

Karya sastra memiliki peluang menjadi rujukan peristiwa sosial melalui penggalan atau kutipan yang dianggap konseptual. Bukan hanya judul, juga bagian isi yang “enak dikutip” menyerupai kata mutiara, metafor, kiasan, dan narasi-narasi inspiratif. Lebih dari itu, muatan karya secara keseluruhan sangat menentukan “keabadian”-nya di tengah publik. Tentu saja karya yang kuat secara estetik jadi garansi dalam ­proses dialektika semacam ini. Bahkan tak jarang konsepsi estetis pengarang mampu mewakili semangat orang banyak. Semua itu mengental jadi konsepsi bersama, berupa kebijakan (wisdom) dan semangat zaman (zetgezet).

Kota Rawa

Raudal Tanjung Banua
Jawa Pos, 25 Mei 2014

DI dunia yang diliputi bintang khayal, kabut imajinasi, nama-nama dan impian, tak semua kenyataan lahir dari bayangan, sebagaimana tak semua bayangan lahir dari kenyataan. Kita hidup di dunia ketiga dari matahari1, demikian Bob Perelman dalam sebaris sajak yang tak kepalang menghentak.

Romansa Perjalanan Esai Kecil Danau Toba Masih Menggoda…

Raudal Tanjung Banua
Bali Post, 23 Juni 2013

DALAM perjalanan ”membelah” Sumatera Utara dari timur ke barat (Medan-Barus), kita akan bertemu satu kawasan yang sedari dulu terus menggoda: Danau Toba! Itulah yang saya dapatkan dalam romansa perjalanan kali ini.

Drama Pramoedya

Raudal Tanjung Banua *
Riau Pos, 12 Mei 2013

PRAMOEDYA Ananta Toer (Blora, 6 Februari 1925-Jakarta, 30 April 2006) tersohor sebagai novelis kenamaan Indonesia. Di tanah air kita yang masih bermasalah dengan identitas, sebuah status tak jarang menenggelamkan status yang lain.