Menyelami Jiwa Asia

Raudal Tanjung Banua

Kompas 22 Des 2018

Pelepasan burung merpati membuka flasmob kampanye cinta budaya “Tunjukkan IndonesiaMu” yang diikuti oleh 2000 penari dengan mengenakan kain tradisional Indonesia di jalan protokol Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta saat hari bebas kendaraan bermotor, Minggu (12/8/2018). Kegiatan yang digagas oleh Yayasan Belantara Budaya Indonesia ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 serta menyambut pesta olahraga Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Continue reading “Menyelami Jiwa Asia”

Kami Antar Barang sampai Kampung Terujung

Raudal Tanjung Banua *
Jawa Pos, 27 Agu 2017

ZEN menyampirkan handuk kecil di leher, dan sambil bersiul ia turun ke air. Takjub, ia terpaku sebentar, memandang arus memutih seolah baru menemukan sungai susu yang disebut dalam kitab suci. Tapi ketika membuka pakaian, ia sadar bukan orang pertama di tempat itu: ia lihat bungkus sabun dan sampo berserakan di celah batu. Dan, saat ia mulai berendam, sesuatu nyangkut di kakinya, ia angkat: o, bungkus mi instan hanyut terseret arus! Continue reading “Kami Antar Barang sampai Kampung Terujung”

KONSEPSI SASTRA DAN GERAKAN LITERASI KITA

Raudal Tanjung Banua
arsipsastranusantara.com

Karya sastra memiliki peluang menjadi rujukan peristiwa sosial melalui penggalan atau kutipan yang dianggap konseptual. Bukan hanya judul, juga bagian isi yang “enak dikutip” menyerupai kata mutiara, metafor, kiasan, dan narasi-narasi inspiratif. Lebih dari itu, muatan karya secara keseluruhan sangat menentukan “keabadian”-nya di tengah publik. Tentu saja karya yang kuat secara estetik jadi garansi dalam ­proses dialektika semacam ini. Bahkan tak jarang konsepsi estetis pengarang mampu mewakili semangat orang banyak. Semua itu mengental jadi konsepsi bersama, berupa kebijakan (wisdom) dan semangat zaman (zetgezet). Continue reading “KONSEPSI SASTRA DAN GERAKAN LITERASI KITA”

Kota Rawa

Raudal Tanjung Banua
Jawa Pos, 25 Mei 2014

DI dunia yang diliputi bintang khayal, kabut imajinasi, nama-nama dan impian, tak semua kenyataan lahir dari bayangan, sebagaimana tak semua bayangan lahir dari kenyataan. Kita hidup di dunia ketiga dari matahari1, demikian Bob Perelman dalam sebaris sajak yang tak kepalang menghentak. Continue reading “Kota Rawa”