“Menembak tjelana dalam logam bukanlah djalan keluar” oleh Toef Jaeger

Alih Bahasa oleh Joss wibisono

Berikut terdjemahan resensi jang dimuat oleh harian sore NRC Handelsblad pada edisi 15 djuli 2016, halaman C6.

[Sebelum ini Schoonheid is een vloek (terdjemahan bahasa Belanda Tjantik itu luka), karja Eka Kurniawan sudah diresensi oleh harian pagi de Volkskrant dan harian pagi Trouw.] Continue reading ““Menembak tjelana dalam logam bukanlah djalan keluar” oleh Toef Jaeger”

Dona Flor dan Kedua Suaminya, Jorge Amado

Fatah Anshori *

Ketika mendengar nama Brasil, yang terkenang di kepala saya hanya sebuah negara dengan keahlian bermain sepakbola yang berlebihan. Kita tidak pernah menengok ke dalam, mengulik kehidupan negara lain. Sementara kita sebagai sebuah negara terlalu banyak mengenal diri sendiri, mengenal bejatnya pemerintahan yang suka menggelapkan uang pajak, mengenal rakyatnya yang segan mengambil pesangon dari seorang calon wakil rakyat untuk memberikan suaranya secara cuma-cuma dalam pemilihan umum, mendengar berita kebakaran hutan, mendengar kasus penculikan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Continue reading “Dona Flor dan Kedua Suaminya, Jorge Amado”