Tag Archives: Ribut Wijoto

S Jai Menangi Lomba Novel Etnografis

Reporter: Ribut Wijoto
beritajatim.com 22 Mei 2013

Novel Kumara, Hikayat Sang Kekasih karya S Jai memenangi lomba novel etnografis yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur pada 2013 ini.

Novel yang bertutur tentang spirit hidup sosok-sosok pribadi masyarakat kecil di pelosok desa di Jawa —tepatnya di sebuah dusun di Kediri— dalam menghadapi gerak pergeseran, pergesekan dan perubahan zaman tersebut terpilih sebagai satu-satunya pemenang, oleh juri sastrawan Beni Setia, M Shoim Anwar dan S. Yoga.

Propinsi Para Penyair

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Di antara warna-warna kesedihan wajah, ada tersisa gurat ceria. Di sebaliknya, gelimang absurd gelak tawa senantiasa diintip rasa cemas, dan siap meluas. Ajaran Tao menekankan kepercayaan pada perimbangan kalkulasi kenyataan. Begitu pula yang terjadi di Surabaya kini. Di antara ruap gelibat kasus (sampah, penggusuran PKL, sakitnya walikota, dll), kabar gembira mesti diyakini.

Dead Poet Society*

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Puisi adalah sebuah tradisi. Ada kesepakatan publik tentang materi yang bisa menyandang identitas sebagai puisi. Bukan asal materi bisa disebut puisi, lebih jauh atau lebih lanjut, tidak setiap jalinan materi memungkinkan disebut puisi cerdas.

Manusia Tak Pernah Ada

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Setelah meledak, dan amat mendominasi khazanah puisi di sepanjang tahun 1980-an, sastra sufi seakan kehabisan daya pikat. Seperti bantal yang terapung di genangan banjir, sastra sufi gagal membaca arah tuju, gagal juga menampakkan dirinya sebagai entitas yang penting.

Tidak Ada Sastra Religius

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Ada satu konsepsi tema dalam perbincangan sastra—sebuah kerja nyaris sia-sia: religiusitas sastra. Sejak jaman Hamzah Fansuri, Balai Pustaka, tahun 1970-an, hingga sekarang; diselenggarakan diskusi atau tulisan lepas yang menekankan adanya religiusitas dalam karya sastra. Dipelopori Abdul Hadi WM, aliran sastra sufi pun muncul. Mengapa konsepsi tema religi rekat pada perbincangan sastra? Apakah kontribusinya bagi tradisi sastra?