Waktunya Menulis Esai Teater

Reporter: Ribut Wijoto m.beritajatim.com 2 Agu 2017 SAMPAI kini, salah satu problem teater kita tetaplah pada sepinya penulisan apresiasi pementasan.…

0

Propinsi Para Penyair

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Di antara warna-warna kesedihan wajah, ada tersisa gurat ceria. Di sebaliknya, gelimang absurd gelak tawa senantiasa diintip…

0

Dead Poet Society*

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Puisi adalah sebuah tradisi. Ada kesepakatan publik tentang materi yang bisa menyandang identitas sebagai puisi. Bukan asal…

0

Manusia Tak Pernah Ada

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Setelah meledak, dan amat mendominasi khazanah puisi di sepanjang tahun 1980-an, sastra sufi seakan kehabisan daya pikat. Seperti bantal yang terapung di genangan banjir, sastra sufi gagal…Continue Reading →

Tidak Ada Sastra Religius

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Ada satu konsepsi tema dalam perbincangan sastra—sebuah kerja nyaris sia-sia: religiusitas sastra. Sejak jaman Hamzah Fansuri, Balai…

0

Pencerahan Estetik Sastra Internet

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Apakah arti media bagi sastra. Sepintas lalu, media bukan penentu signifikan. Nur St. Iskandar menyebutkan, pendirian Balai…

0