Sastra dari Bahasa Yang Rapuh

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Diam-diam, bahasa Indonesia menyimpan problem unik bagi sastra, mirip dongeng: problem kerapuhan. Sejak ditahbiskan sebagai bahasa nasional,…

0

Parodi: Rekreasi dan Kreasi Puisi

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Parodi di dalam masyarakat dipahami sebagai lelucon. Kesalahan-kesalahan tersengaja yang dimaksudkan agar orang lain tertawa. Misalnya dalam…

0

Puisi Camp, Feminisme, dan Penghancuran Realitas

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Alam imajinasi adalah alam tanpa batas. Puisi sebagai teks produksi imajinasi merupakan “hutan lambang” (meminjam ungkapan Charles Baudelaire pada puisi “Perimbangan”) sehingga pembaca berhak membentuk peta perambahan…Continue Reading →

Strategi Tekstual Pastiche

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Ketika gagasan tentang puisi telah banyak dituliskan, ketika eksplorasi kata telah banyak dijalankan, dan ketika keragaman bunyi…

0

Mengenang Penyair Afrizal

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Sulit dipungkiri, perayaan eksplorasi bahasa puitik pada dekade 1990-an terimbas dari puisi-puisi Afrizal Malna. Selagi para penyair…

0

Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Puisi Indonesia tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa yang baru. Setelah sukses dengan kemendayuan Pujangga Baru,…

0

Kabar Kenyataan Antroposentrisme Berbelah

Ribut Wijoto http://terpelanting.wordpress.com/ Lokomotif modernitas bermula dari gagasan Rene Descartes tentang “pikir”, tentang “kesadaran”. Lewat ungkapan masyur cogito ergo sum…

0