Menebar Senyum Sambil Meraung

Kata Pengantar untuk Kumpulan Puisi Tangisan Kanal Anak-anak Nakal

Riza Multazam Luthfy
Riau Pos, 27 Mei 2012

ADONIS, penyair Arab kontroversial paska Perang Dunia Kedua (dalam Adonis, Arkeologi Sejarah-Pemikiran Arab-Islam, terj. Khoiron Nahdliyin, LKiS, 2012 (Edisi Khusus Komunitas), melontarkan bahwa puisi melambangkan sarana ideologis: dipakai untuk membela dan memberi kabar gembira (madh), atau mengkritik dan menyerang (hija). Continue reading “Menebar Senyum Sambil Meraung”

Narasi Celana

Riza Multazam Luthfy *
Lampung Post, 23 Juni 2013

Celana menyimpan berbagai narasi. Dari yang sederhana hingga paling luks sekalipun. Narasi-narasi tersebut melekat seiring dengan laju perjalanan kehidupan manusia yang semakin kencang. Continue reading “Narasi Celana”

Meraup Bijak dari Sajak

Riza Multazam Luthfy *
Riau Pos, 26 Mei 2013

SEPENGGAL sajak Taufik Ikram Jamil (TIJ) bertajuk Pujangga Hasan Junus yang terbit pada 1 April 2012 dipetik menjadi judul buku ini, Sekeping Ubi Goreng. Selain karena memang patut diapresiasi, sajak tersebut dipersembahkan kepada Hasan Junus sebagai sastrawan Riau yang disepuhkan. Bila merunut asbabun nuzul-nya, sajak berisi enam bait tersebut direkacipta selepas keberangkatan Hasan Junus menghadap Sang Maha Perancang tepat sehari sebelum karya TIJ ini lahir, yaitu 30 Maret 2012. Continue reading “Meraup Bijak dari Sajak”

Ihwal Sepatu

Riza Multazam Luthfy
Riau Pos, 21 April 2013

SEPATU menyimpan berbagai identitas diri. Dari yang sederhana hingga paling luks sekalipun. Identitas-identitas tersebut melekat seiring laju perjalanan kehidupan manusia yang semakin kencang. Dahulu kala, penggunaan sepatu ditengok dari satu sudut pandang saja, yaitu berdasarkan fungsi. Continue reading “Ihwal Sepatu”