Tag Archives: Riza Multazam Luthfy

Ikhtiar Menakali Tuhan

Riza Multazam Luthfy
Lampung Post, 22 Sep 2013

Puisi bukan sekadar alat perecok urusan politik, sosial, ataupun moral. Lebih dari itu, puisi dijelmakan sarana menjajaki keakuan sekaligus menggapai keakraban dengan Tuhan.

Narasi Celana

Riza Multazam Luthfy *
Lampung Post, 23 Juni 2013

Celana menyimpan berbagai narasi. Dari yang sederhana hingga paling luks sekalipun. Narasi-narasi tersebut melekat seiring dengan laju perjalanan kehidupan manusia yang semakin kencang.

Meraup Bijak dari Sajak

Riza Multazam Luthfy *
Riau Pos, 26 Mei 2013

SEPENGGAL sajak Taufik Ikram Jamil (TIJ) bertajuk Pujangga Hasan Junus yang terbit pada 1 April 2012 dipetik menjadi judul buku ini, Sekeping Ubi Goreng. Selain karena memang patut diapresiasi, sajak tersebut dipersembahkan kepada Hasan Junus sebagai sastrawan Riau yang disepuhkan. Bila merunut asbabun nuzul-nya, sajak berisi enam bait tersebut direkacipta selepas keberangkatan Hasan Junus menghadap Sang Maha Perancang tepat sehari sebelum karya TIJ ini lahir, yaitu 30 Maret 2012.

Ihwal Sepatu

Riza Multazam Luthfy
Riau Pos, 21 April 2013

SEPATU menyimpan berbagai identitas diri. Dari yang sederhana hingga paling luks sekalipun. Identitas-identitas tersebut melekat seiring laju perjalanan kehidupan manusia yang semakin kencang. Dahulu kala, penggunaan sepatu ditengok dari satu sudut pandang saja, yaitu berdasarkan fungsi.

Bokong *

Riza Multazam Luthfy
Bali Post, 24 Maret 2013

KEMBALI aku disergap gamang, akankah aku memakai bokong yang baru saja dibelikan suami atau membiarkannya di atas ranjang. Ah, suamiku memang tipe orang yang up to date, tak mau ketinggalan zaman, sehingga aku diajaknya untuk selalu mengikuti trend yang sedang booming.