Tag Archives: Rofiqi Hasan

15 Penulis Terpilih Akan Tampil di Ubud Writers Festival

Rofiqi Hasan
http://www.tempo.co/

Sejumlah 15 penulis Indonesia terpilih untuk tampil di ajang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Mereka yang lolos dalam proses kurasi itu akan diundang untuk mengikuti UWRF 2011 pada 5-9 Oktober mendatang di Ubud, Bali.

?Mereka berasal dari berbagai daerah di nusantara. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta NTB. Semua terwakili dalam jajaran para penulis terpilih ini,? ujar Manajer Pengembangan Komunitas UWRF Kadek Purnami, Jumat, 3 Juni 2011.

Bayang-bayang Sepanjang Kenangan

Rofiqi Hasan, Kurniawan
http://majalah.tempointeraktif.com/

Potret adalah citra tak bergerak. Figur yang dia wakili, kata Roland Barthes, filsuf Prancis penulis Camera Lucida, tak hanya diam, tapi juga dibius dan diikat, seperti kupu-kupu. Tapi kita sengaja membekukan kupu-kupu itu untuk mengabadikan kenangan, menjadikannya saksi atas kehidupan, karena hidup itu pada akhirnya mati.

Buku Kontribusi Sastrawan Bali pada Perubahan Sosial

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Sebuah buku yang mendokumentasikan dan mengkaji sumbangan para sastrawan Bali pada perubahan sosial dan pencarian identitas budaya diluncurkan di Denpasar. Buku berjudul A Literary Mirror: Balinese Reflections on Modernity and Identity in the Twentieth Century diangkat dari disertasi dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali, Nyoman Darma Putra.

Sastrawan Jerman Bedah Fakta Lain Runtuhnya Tembok Berlin

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Sejarah senantiasa menyimpan teka-teki yang menarik untuk ditelisik lebih jauh. Karena sulitnya menemukan kebenaran para pemegang kuasa masa lalu acapkali menciptakan versi tunggal akan sejarah yang didasari atas kepentingan pribadi. Novel sebagai karya sastra bisa menjadi alternatif untuk mengungkapkan apa yang tersembunyi itu.

Merayakan Keberagaman Cerita

Oleh-Oleh dari Ubud Writers & Readers Festival 2010
Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Poesy Swift, 13 tahun, yang jujur dan baik dan Tilly Sweetrick, 15 tahun, si pembuat onar, terseret dalam petualangan menegangkan. Keduanya adalah bagian dari rombongan pertunjukan keliling Opera Company dari Australia yang melakukan perjalanan sampai ke India. Bermimpi dapat melihat Amerika Serikat, mereka justru terjebak dalam kapal sempit yang sempat singgah di Surabaya, Batavia, Kuala Lumpur sebelum sampai di Madras, India.