Sastra Banyumas dalam Kekosongan Budaya

Rusmiyati
http://www.kr.co.id

SETELAH mencermati tulisan Sigit Emwe ?Langkah Sastra Banyumas?, beberapa waktu lalu di rubrik ini, saya menjadi kembali merenung panjang. Pasalnya, wacana tersebut hanya mengusung tentang iklim kesusastraan dalam dunia akademik. Berdasarkan pengamatan dari sebanyak pelatihan kepenulisan sastra jarang menghasilkan sastrawan yang andal. Bahkan, boleh dibilang tidak ada. Seseorang menjadi sastrawan karena ketelatenan dalam mengasah dan menggali bakatnya. Continue reading “Sastra Banyumas dalam Kekosongan Budaya”