S Jai Menangi Lomba Novel Etnografis

Reporter: Ribut Wijoto
beritajatim.com 22 Mei 2013

Novel Kumara, Hikayat Sang Kekasih karya S Jai memenangi lomba novel etnografis yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur pada 2013 ini.

Novel yang bertutur tentang spirit hidup sosok-sosok pribadi masyarakat kecil di pelosok desa di Jawa —tepatnya di sebuah dusun di Kediri— dalam menghadapi gerak pergeseran, pergesekan dan perubahan zaman tersebut terpilih sebagai satu-satunya pemenang, oleh juri sastrawan Beni Setia, M Shoim Anwar dan S. Yoga. Baca selengkapnya “S Jai Menangi Lomba Novel Etnografis”

U s u s B u n t u

S. Jai
JAWA POS, 23 Okt 2011

ANAK pertamaku lahir ketika suamiku kehilangan pekerjaan. Meski kehamilanku saat itu direncanakan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Suamiku dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja selama bertahun-tahun.

Selang kurang dari dua tahun, anak keduaku turun ke dunia waktu suamiku masih pengangguran. Jelas kali ini si jabang bayi lahir dari kehamilan yang tak terencana. Seingatku itu terjadi akibat kami tak mampu secara rutin membeli kondom antihamil. Baca selengkapnya “U s u s B u n t u”

Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma

S. Jai *
Radar Surabaya, 21 Nov 2010

SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan.

Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, inspiratif dan tentu saja memberikan pencerahan baik bagi insan panggung maupun public teater yang hadir dalam peristiwa teater. Baca selengkapnya “Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma”

KISAH PARA PEREMPUAN PERKASA

(Di balik Buku Puisi Siti Surabaya dan Kisah Para Pendatang, F Aziz Manna)
S. Jai *)
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

SAMPAI detik ini, makluk paling misterius masih tetap perempuan.

Sepanjang perjalanan sejarah, sejak takdir padanya baik yang datang dari luar diri maupun yang direbut olehnya menunjukkan hal itu. Sejarah yang kemudian dimitoskan (atau sebaliknya) seperti halnya Oidipus Complex, Sangkuriang, Malin Kundang, Theodora, juga kisah-kisah perempuan di mata agama mempertontonkan diri sebagai makluk yang amat misterius. Kita tentu masih ingat kontroversi seputar kehidupan pelacur di sekitar Yesus. Baca selengkapnya “KISAH PARA PEREMPUAN PERKASA”

PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI

S. Jai *)

MEMBACA kembali fiksi dan realitas sastra kita kini, tentunya merupakan suatu upaya yang tepat dan pada waktu yang tepat pula—sebelum jatuh dalam nostalgia berkepanjangan. Kita hampir saja mengalami sindrom nostalgia pada kedua hal yang jelas berkait erat itu. Bahwa walaupun pada mulanya semangatnya untuk “membaca kecenderungan estetika fiksi kita” akan tetapi sudah barang tentu bakal mencermati subtansi di balik teks sastra khususnya pandangan dunia sebagaimana kerap kali mencuat di pelbagai media. Baca selengkapnya “PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI”

NURJANAH

S. Jai
Radar Surabaya, 24 Okt 2010

SETELAH sembilan tahun berlalu, Trisna mengutarakan rasa rindunya yang mendalam pada orang-orang yang pernah dia cintai dan mencintai dirinya. Hal itu diungkapkan pada istrinya di suatu pagi yang cerah, di emperan rumahnya yang hanya terhalang pohon sirsak dari pandang mentari.

“Semalam terbawa dalam mimpi. Aku berjumpa dengan bapak, nenek dan kakek. Aku rindu betul dengan mereka,” ucapnya tanpa mengubah arah pandangnya pada matahari pagi. Baca selengkapnya “NURJANAH”

Puisi, Penyair, Penjahat

(Menyambung Tulisan Beni Setia dan Lan Fang)
S. Jai
Kompas Jatim, 3 Nov2010

TULISAN Beni Setia Sastra ?Kebacut? di media ini beberapa waktu lalu (19/10) tampaknya perlu mendapat perhatian khusus. Tulisan yang merupakan tanggapan tulisan sebelumnya oleh Lan Fang Jangan Main-Main dengan Sastrawan (15/10) tersebut bila salah asuh, menyebabkan pembaca bisa jatuh pada tindakan tidak melakukan apapun. Atau setidaknya cukup bertahan pada tindakan kreatif yang biasa saja tanpa tawaran baru estetika yang mengejutkan. Baca selengkapnya “Puisi, Penyair, Penjahat”