Posted by PuJa on October 24, 2011
S. Jai JAWA POS, 23 Okt 2011 ANAK pertamaku lahir ketika suamiku kehilangan pekerjaan. Meski kehamilanku saat itu direncanakan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Suamiku dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja selama bertahun-tahun. Selang kurang dari dua tahun, anak keduaku turun ke dunia waktu suamiku masih pengangguran. Jelas kali ini si jabang bayi lahir dari kehamilan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on February 28, 2011
S. Jai * Radar Surabaya, 21 Nov 2010 SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan. Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 25, 2011
(Di balik Buku Puisi Siti Surabaya dan Kisah Para Pendatang, F Aziz Manna) S. Jai *) http://ahmad-sujai.blogspot.com/ SAMPAI detik ini, makluk paling misterius masih tetap perempuan. Sepanjang perjalanan sejarah, sejak takdir padanya baik yang datang dari luar diri maupun yang direbut olehnya menunjukkan hal itu. Sejarah yang kemudian dimitoskan (atau sebaliknya) seperti halnya Oidipus Complex, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 22, 2011
S. Jai *) MEMBACA kembali fiksi dan realitas sastra kita kini, tentunya merupakan suatu upaya yang tepat dan pada waktu yang tepat pula—sebelum jatuh dalam nostalgia berkepanjangan. Kita hampir saja mengalami sindrom nostalgia pada kedua hal yang jelas berkait erat itu. Bahwa walaupun pada mulanya semangatnya untuk “membaca kecenderungan estetika fiksi kita” akan tetapi sudah [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 7, 2011
S. Jai Radar Surabaya, 24 Okt 2010 SETELAH sembilan tahun berlalu, Trisna mengutarakan rasa rindunya yang mendalam pada orang-orang yang pernah dia cintai dan mencintai dirinya. Hal itu diungkapkan pada istrinya di suatu pagi yang cerah, di emperan rumahnya yang hanya terhalang pohon sirsak dari pandang mentari. “Semalam terbawa dalam mimpi. Aku berjumpa dengan bapak, [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on November 19, 2010
(Menyambung Tulisan Beni Setia dan Lan Fang) S. Jai Kompas Jatim, 3 Nov2010 TULISAN Beni Setia Sastra “Kebacut” di media ini beberapa waktu lalu (19/10) tampaknya perlu mendapat perhatian khusus. Tulisan yang merupakan tanggapan tulisan sebelumnya oleh Lan Fang Jangan Main-Main dengan Sastrawan (15/10) tersebut bila salah asuh, menyebabkan pembaca bisa jatuh pada tindakan tidak [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 11, 2010
S. Jai Tabloid Memo, Minggu III Juni 2010 SETIAP hari Jauhar mencari penjual ginjal, setelah dokter memvonis kedua buah ginjalnya tak berguna. Dia telah dibuat mengerti, bahwa itu satu-satunya jalan untuk mengakhiri rutinitas cuci darah di laboratorium Rumah Sakit di Gresik dua kali saban seminggu. Meski ia tahu hal itu juga salah satu jalan kemungkinan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on September 9, 2010
S. Jai Surabaya Post, Minggu 15 Agustus 2010 DAHAN sudah beristri. Anaknya tiga. Sementara Arumi Luna seorang mahasiswa sosiologi. Bagi Dahan yang lebih sering meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, memandang diri kisah cintanya ini serupa dengan perselingkuhan pengarang Oki Toshio dan pelukis Otoko dalam novel Beauty and Sadness karya Yasunari Kawabata. Kisah cinta yang nakal tetapi [...]
Filed under: Cerpen