“HISAP-MENGHISAP” Master Scene Film Dokumenter

S. Jai
ahmad-sujai.blogspot.com

Esensi

FILM ini menggunakan sudut pandang tokoh tertentu sebagai ujung mata pisau sekaligus prespektif melihat kenyataan–data, tulisan, artefak, informasi yang berangkat dari kenyataan fakta real. Prespektif berarti mengandung pengertian “cara-cara” atau “pandangan dunia” tertentu terhadap masalah yang diangkat: menggugat alur dana pembagian cukai. Continue reading ““HISAP-MENGHISAP” Master Scene Film Dokumenter”

Surat Kawan Kepada Para Pengarang

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

KAWAN,
Bersiaplah bagi kita, pengarang untuk menggali kuburan sendiri! Lebih dari itu, nikmati kepedihan menyaksikan karya terbaik bakal menemui ajal karena dibakar di tungku api!

Pesan ini bukan cuma icapan jempol, bila Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi lolos diundangkan. Bukan berlebihan bila keadaan luar biasa mengerikan ini, sebanding dengan saat gaya absurditas novel dan drama berjaya di Perancis berkat pemantik tragedi perang dunia kedua. Continue reading “Surat Kawan Kepada Para Pengarang”

A r i m b i

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

AKU lebih suka memanggilmu Arimbi, meski namamu sebenarnya Arum. Bukan maksudku, rasa hatiku sulit untuk menterjemahkan aroma namamu seindah itu. Mungkin aku sulit untuk mengungkapkan?setidaknya untuk saat ini?seluruh gebalau perasaanku, otakku, jiwaku ketika menyaksikanmu duduk di pelaminan bersebelahan dengan kekasihmu. Continue reading “A r i m b i”

KEMISKINAN DAN GURITA ROKOK

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

Jawa Timur sebagai penerima terbesar Dana Bagi Hasil (DBH) cukai hasil tembakau, mungkin bukan rahasia. Tapi Jawa Timur juga gudang angka kemiskinan mungkin banyak yang tidak percaya. Bagi pembaca awam dua-duanya bisa dipertukarkan, atau diputarbalikkan. Antara yang bukan rahasia dan yang tidak percaya. Itu sekadar gambaran saja. Continue reading “KEMISKINAN DAN GURITA ROKOK”

Seniman Abai Catat Konsep Karya

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

SEMOGA ini bukan kegelisahan pribadi, sehingga luput dari sindiran cerdas Albert Einstein: ?Seluruh masalah di bumi ini bisa dipecahkan ilmu pengetahuan, kecuali masalah pribadi.? Bermula dari sepinya gagasan seni, sejak dari sejarah, kritik, dan karya seni ditambah kebimbangan proyeksi akademisi di perguruan tinggi, memicu pentingnya seniman mencatat sendiri ?konsep gagasan estetik maupun artistik? karyanya. Continue reading “Seniman Abai Catat Konsep Karya”