Posted by PuJa on April 11, 2011
Kompas, 21 November dan 4 Juli 2010 GENDERUWO obor-obor menyala berarak ke kampung hutan, pantai, sawah, lembah dan gunung ember, panci, sendok, piring seng wajan, cutil, kompor, garpu, dandang diseret berdencing dan dipukul bertalu-talu bising dan memercikkan api masa lalu blek blek ting tong, blek blek ting tong berirama tak genah hingga memusingkan
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on February 25, 2011
S Yoga Jawa Pos 31 Okt2010 Dalam perkembangan sastra kita, dinamika sejarah sastra dunia, sangat berpengaruh. Tengok Pujangga Baru, yang merupakan gema dari angkatan 80 di negeri Belanda. Angkatan Gelanggang atau angkatan 45, yang digemai oleh sastra dunia yang memiliki konsepsi modernisme. Demikian juga dengan dekade 70an, lewat eksistensialisme dan absurditas. Termasuk juga polemik sastra, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 22, 2011
S Yoga* Jawa Pos, 5 Des 2010 Sebagian pengamat sastra menyatakan bahwa sastra Indonesia saat ini berada dalam status quo, jalan ditempat. Bahkan ada yang mengganggap mengalami kemunduran jika dibanding dengan sepuluh tahun yang lalu. Padahal, secara kuantitatif, banyak karya sastra yang diterbitkan, banyak pula sastra asing yang sudah diterjemahkan, banyak even sastra, lomba dan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 5, 2011
Pengisah Akutagawa Cerpen Kappa Cerpen yang Sama S Yoga http://www.facebook.com/notes/m-anshor-sjaroni/hasil-penelusuran-penyair-s-yoga-soal-karya-plagiat-di-horison-edisi-januari-201/10150093109338476 Ada cerpen Dadang Ari Murtono di Majalah Horison, judulnya Pengisah Akutagama, kok hampir mirip dan kalimat-kalimatnya banyak yang sama ya dengan cerpen Kappa, akutagama Ryunossuke, terjemahaan Bambang Wibawarta.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on January 11, 2011
S Yoga http://suaramerdeka.com/ SELAMA setahun kami mempersiapkan pemberontakan yang lebih besar lagi. Kota Rakyat menjadi markas kami dan menjadi pusat kekuatan pasukan Dadeda. Tuan Jabro kini sedang menyusun rencana pemberontakan sistematis, dikembangkan dari revisi buku Keluar dari Lorong Gelap.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on January 7, 2011
Jurnal Nasional, 14 Nov 2010 GAJAH di way kambas mari bercermin pada alam dan dunia nyata tempat burung-burung bersarang di hutan-hutan dalam kepurbaan yang selalu terjaga tak mau tercermar dari dunia luar tempat gajah-gajah menemukan jati diri dan melebihi akal manusia yang sering berniat jahat terhadap sesama
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on December 29, 2010
S. Yoga Jawa Pos, 11 Juli 1999 Nama saya bukan Orez, kepala saya tidak besar, kasar dan benjol-benjol. Tangan dan kaki juga tidak sebesar milik Orez. Tubuh saya normal, tidak kerdil, pokoknya wujud tubuh saya normal saja. Bahkan wajah saya cukup tampan. Otak saya juga tidak idiot kayak Orez. Suara saya juga tidak sehebat dan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on November 5, 2010
S. Yoga http://www.balipost.co.id/ Senja itu, seperti senja-senja yang lain; senja di masa lalu, dan mungkin senja di masa depan, temaram merah, dengan ufuk-ufuk pancaran langit yang cerah di sisi atasnya, di sisi bawahnya seperti bara api yang tersulut dari kegelapan bumi. Mengingatkan si bocah akan tungku perapian di dapur nenek, seiring terbayang kaki nenek yang [...]
Filed under: Cerpen