Tag Archives: Saiful Amin Ghofur

Membumikan Gerakan Adil Gender

Saiful Amin Ghofur*
http://www.jawapos.co.id/

BILA kita membuka lembaran sejarah, segera akan ditemukan sederet catatan buram tentang eksistensi perempuan. Setumpuk atribut yang bernada negatif disematkan pada perempuan: dianggap makhluk pelengkap, manusia kelas dua, memiliki akal pikiran setengah dari rasio laki-laki, dan sebagainya. Bahkan, acap kali hak, kewajiban, serta keberadaannya bergantung sepenuhnya dan ditentukan oleh laki-laki. Hal ini sekaligus menjadi indikasi bahwa penindasan dan kekerasan terhadap perempuan sudah terjadi sejak berabad-abad silam dan terus berlangsung dalam beragam bentuknya hingga sekarang.

Gus Dur dan Buku

Saiful Amin Ghofur*
http://www.jawapos.com/

SUATU sore, ketika senja merambah cakrawala di Jalan Matraman Kecil No 8 Jakarta, Nyai Sholehah kelimpungan mencari Abdurrahman ad-Dakhil. Putra sulung yang tempo itu berusia belasan tahun tersebut tak kunjung muncul. Ternyata, tak berapa lama Gus Dur (kecil) itu menyembul. Kepada ibunya, dia berkilah tak ke mana-mana, melainkan sejak semula membaca buku di balik daun pintu.

Buku Biografi Kiai Pesantren

Saiful Amin Ghofur*
http://www.jawapos.com/

KH MUSTOFA Bisri, suatu ketika, saat orasi pernah mengoarkan kegelisahan: kenapa budaya tulis, khususnya menulis sejarah kehidupan tokohnya sendiri, tidak berkembang di kalangan pesantren, padahal semua menyadari betapa pentingnya hal itu. Gerundelan kiai-budayawan Rembang yang akrab disapa Gus Mus tersebut tentu bukan isapan jempol semata. Apalagi gurauan. Meski diujarkan dengan tergelak, serasa sindiran getir nan satir itu mengena dengan telak.

Spiritualitas ala Warung Kopi

Saiful Amin Ghofur
http://www.jawapos.com/

SEBAB untuk membaca peta langit, seseorang harus terlebih dulu menyeka airmata bumi.
Begitulah, seperca sajak Keranda Cahaya yang diteluhkan Ilung S. Enha di ufuk senjakala untuk mengawal karib spiritualnya, Zainal Arifin Thoha, menanggalkan kesementaraan bumi menuju langit keabadian pada 14 Maret 2007 silam.

Selajur Keranda Cahaya itu merupakan jelma pemberontakan Ilung terhadap arus utama spiritualitas. Selama ini ruang-ruang spiritualitas disesaki dengan doktrin purba sufistik yang cenderung elitis-egosentris.

Cinta dan Kebencian terhadap Buku

Saiful Amin Ghofur
http://www.jawapos.com/

SELUBUNG asap terasa menyesakkan dada ketika pertengahan Februari lalu sekerumunan anak muda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kiai (AMPK) dengan amarah yang meradang membakar buku Kiai di Tengah Pusaran Politik: Antara Kuasa dan Petaka karya Ibnu Hajar, di Alun-alun Sumenep. Saya yang mengunjungi serambi kota itu beberapa waktu lalu masih merasakan geram yang mencekam itu.