Pinurbo Memeluk Agama

Samsudin Adlawi *
Majalah Tempo, 2 Mei 2016

Manusia religius lazimnya memiliki kecenderungan untuk bisa sedekat mungkin dengan Tuhan, terutama ketika menjalankan ritual berdoa. Hal itu wajar. Sebab, dalam pendekatan ilmu bahasa, antara Tuhan dan manusia sebagai ciptaan-Nya memang sangat dekat. Keduanya berasal dari satu akar kata dalam bahasa Arab yang sama, yakni khalaqa. Dari khalaqa berkembang kata Khaliq (pencipta). Dalam ejaan Indonesia ditulis “Khalik” dengan huruf “K” menggunakan huruf kapital karena merupakan sebutan untuk Tuhan. Di depan kata “Khalik” biasanya didahului dengan kata “Sang”. Dari khalaqa juga lahir kata “makhluk” (ciptaan/yang diciptakan). Baca selengkapnya “Pinurbo Memeluk Agama”