DAPATKAH KITA MENGHINDARKAN DIRI DARI CERPEN?

Sapardi Djoko Damono
shareforgoodpeople.blogspot.co.id

Sejak teknologi berkembang di negeri ini, rasanya sulit untuk menjawab pertanyaan di atas dengan positif, setidaknya di kota-kota besar yang semakin banyak jumlahnya. Boleh dikatakan semua majalah hiburan (dan sebangsanya) memuat cerpen; hampir semua koran memuat cerpen, di ruang kebudayaan atau remaja atau ruang khusus untuk itu; radio-radio milik pemerintah maupun swasta, menyiarkan cerpen pada waktu-waktu tertentu. Bahkan ada koran yang terkena. suka menyiarkan berita sensaional memuat cerpen di halaman pertama. Baca selengkapnya “DAPATKAH KITA MENGHINDARKAN DIRI DARI CERPEN?”

Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com 05/10/2016

Era digital membuat banyak orang pesimistis. Mereka yang bergerak pada komunikasi berbasis teks di media cetak, misalnya, merasa karyanya tak dihargai sebesar dahulu. Namun, Sapardi Djoko Damono, penyair legendaris yang dikenal lewat buku Hujan Bulan Juni sama sekali tak galau, malah cenderung optimistis. Baca selengkapnya “Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar”

Kata Sapardi, Sastrawan Indonesia Sekarang Beruntung Karena Internet

Editor: Ayu Prawitasari
Solopos.com 29 Sep 2017

Kehadiran teknologi Internet banyak membantu para sastrawan dalam hal pemasaran karya maupun pengayaan kosakata. Hal itu diungkapkan sastrawan Indonesia, Sapardi Djoko Damono, saat berbincang dengan Solopos.com seusai acara Meet and Greet Book Signing Sapardi Djoko Damono di Toko Buku Gramedia di Jl. Slamet Riyadi Solo, Rabu (27/9/2017) petang. Baca selengkapnya “Kata Sapardi, Sastrawan Indonesia Sekarang Beruntung Karena Internet”

Pancasila, Pascasarjana, Coca-Cola

Sapardi Djoko Damono *
Majalah Tempo, 5 Mei 2014

Proses teknologi kata pun terjadi ketika kita menangkap bunyi dan menguncinya di atas kertas dalam wujud gambar. Aksara adalah gambar yang dirancang untuk menyimpan bunyi agar ada yang tersisa-katakanlah residu-ketika ucapan tidak terdengar lagi. Yang terjadi selanjutnya adalah memanfaatkan rentetan aksara untuk menyimpan pengetahuan, mimpi, harapan, kenangan, dan apa saja agar tidak menguap begitu saja, agar bisa diperiksa ulang oleh yang merentetkan aksara itu sendiri ataupun orang lain yang membacanya. Baca selengkapnya “Pancasila, Pascasarjana, Coca-Cola”

Gusti Allah

Sapardi Djoko Damono *
Majalah Tempo, 1 Jun 2015

Begitu masuk ke habitatnya yang baru, segala sesuatu harus rela untuk berubah atau diubah agar sesuai dengan tata pemahaman masyarakat yang menjadi sasarannya. Kita pernah berbincang mengenai proses yang menyangkut nama-nama negara. Sebagai contoh Nederland, yang dalam bahasa Indonesia disebut Negeri Belanda dan dalam bahasa Jawa disebut Negari Welandi atau Negoro Londo, tergantung bahasa Jawa apa yang dipergunakan. Ketika masuk ke bahasa kita, segenap istilah dan sebutan yang berkaitan dengan agama mengalami proses serupa. Baca selengkapnya “Gusti Allah”

Melestarikan yang Keramat

Sapardi Djoko Damono *
Majalah Tempo, 24 Nov 2014

Negeri ini memiliki banyak bahasa, adat-istiadat, kesenian—semuanya menjadi bagian dari kebudayaan yang bineka. “Semuanya perlu dilestarikan,” kata orang. Di samping itu, kita memiliki banyak hari besar—beberapa di antaranya mencapai taraf sebagai hari libur nasional—dan semuanya perlu dikeramatkan. Baca selengkapnya “Melestarikan yang Keramat”