Tag Archives: Sastra-Indonesia.com

Gus Dur dalam Cakrawala Seni

A.C. Andre Tanama
gangkecil.com


Karya: A.C. Andre Tanama, Judul: “Dari Kesunyian” 2015, Media: Cat Akrilik pada Kanvas, Ukuran: 90 x 135 cm

Tulisan A.C. Andre Tanama untuk Sutrisno SZ

“Entah Harus Bersyukur atau Mengumpat Bangsat, ha..ha..ha..”
A.C. Andre Tanama
woodcutsz.blogspot.co.id

Sebagai seorang seniman yang juga intens mendalami seni grafis, sungguh amat sulit bagi saya untuk mampu melihat dan mengakui kebolehan orang lain yang bermain di ranah ini. Tetapi ketika bertemu dengan makhluk grafis yang bernama Sutrisno ini, ego yang menutupi mata saya seolah terusir pergi. Betapa tidak, bukan hanya lewat hasil karya seni grafisnya jantung saya dibuat berdegup kencang, tapi juga lewat proses dia berkesenian yang ternyata sangatlah militant. Saya pun geleng-geleng kepala, sebagai seniman yang besar dari seni grafis, saya pun berkata: “Entah harus bersyukur atau mengumpat bangsat, ha..ha..ha..”.

Rumah Terakhir Sastrawan Gerson Poyk

Yohanes Sehandi *
Majalah Warta Flobamora (Surabaya), edisi: 50, Maret 2017

Ada sejumlah sastrawan Indonesia yang menggambarkan atau meramalkan tempat penguburan atau rumah terakhirnya jauh sebelum sang sastrawan tersebut meninggal dunia. Apakah kemudian pihak keluarga menguburkan sang sastrawan sesuai dengan yang digambarkan atau diramalkannya, itu urusan lain.

Buku, Warisan Tak Lekang Zaman

Hendra Sugiantoro *
riaupos.co 1 Nov 2015

Buku, kata Guenther Weisenborn (1902-1969), adalah monumen paling berharga bagi manusia. Buku mengandung ilmu, wawasan, dan pengetahuan. Melalui buku, ujar Komaruddin Hidayat (2010), manusia dapat menelusuri titian-titian pemikiran, imajinasi, hingga kontemplasi manusia-manusia yang hidup dalam ruang dan waktu yang berbeda.

Membaca Fiksi dalam Tanda-tanda Nano

Judul: Sign Fiction :The Art Of Nano Warsono
Karya: Nano Warsono
Penerbit: Langgeng Gallery
Edisi: Pertama, April 2009 (500 exp)
Ukuran: 25cm x 21 cm
Tebal: 203 + xxviii
Genre: Buku Visual
Diana AV Sasa *
Kompas.com