Posted by PuJa on February 27, 2012
Saut Situmorang http://boemipoetra.wordpress.com/ Seorang komentator sastra dari Jakarta, Nirwan Dewanto, pernah membuat pernyataan asersif bahwa novelis Ayu Utami tidak terlahir dari sejarah sastra Indonesia. Latar-belakang pembuatan klaim ini, mudah kita duga, adalah reaksi luar biasa yang timbul dalam sastra Indonesia setelah publikasi novel pertama Ayu, Saman, dari kalangan “kritikus” sastra di Indonesia, yang dalam komentar [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 3, 2011
Saut Situmorang * www.rumahdunia.net, 31 Oktober 2006. The philosophers have only interpreted the world, in variousways; the point, however, is to change it. -Karl Marx During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act. -George Orwell
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 1, 2011
Saut Situmorang* Media Indonesia, 5 Agus 2007 LARUT malam di bawah banner depan Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya yang hendak pergi ke Serang, Banten, menghadiri pertemuan komunitas sastra se-Indonesia, dipanggil Hudan Hidayat untuk gabung ngebir bersamanya. Waktu saya menemui Hudan, ternyata sudah ada beberapa orang, seperti Djenar Mahesa Ayu dan Richard Oh. Mereka baru saja [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 10, 2011
Saut Situmorang nyanyian setan berkumandang bergema di seluruh negeri dan zombie zombie berwajah topeng bayi baru lahir menari berpesta di bawah bulan warna api, bau daging segar manusia terbakar bercampur gas busuk darah dan airmata bagai kafan kabut tebal beracun menyesakkan udara panas dan mampuslah pohonan burung burung serangga warna warni dan cacing tanah, nyanyian [...]
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on March 13, 2011
Saut Situmorang http://boemipoetra.wordpress.com/ Ada 10 + 1 cara untuk membawa Ayu Utami, Si Parasit Lajang, ke tempat tidur: (1) jangan janjikan perkawinan, karena (2) itu tidak dirasakan perlu, karena (3) dia memang tidak peduli soal itu, walau (4) sebenarnya sih dia juga amat peduli, cuma soalnya perkawinan itu kan sebuah konstruk sosial, sebuah idealisasi, sebuah [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 7, 2011
Saut Situmorang Aku sedang tidur lelap waktu tiba-tiba suara bel pintu mengagetkanku. Pukimak! makiku, terseok-seok jalan ke pintu. Dengan kepala masih setengah tidur aku buka kunci pintu dan ternyata tak ada orang! Aku keluar dan tetap tak ada orang di situ. Bangsat! Setan alas begu ganjang mana pula ini yang berani mengganggu tidurku pagi-pagi begini!
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Saut Situmorang Hari Minggu pagi. Tak ada mendung di langit, matahari bulat penuh kemerah-merahan seperti telor matasapi tergantung di ranting pohon jambu di depan rumah. Tiga ekor burung kutilang ribut di pucuk ranting jambu yang tinggi, sementara di bawahnya di tanah ayam-ayam kampung berebutan makan jagung. Terdengar suara anak menangis dari dalam rumah.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on March 2, 2011
Saut Situmorang http://boemipoetra.wordpress.com/ Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Seekor kucing tiba-tiba saja muncul dari seberang jalan dan berlari melintas. Aku gugup dan berusaha menekan pedal rem kuat-kuat. Akibatnya sepeda motorku ‘slip’ dan menggelincir tak terkendali ke tepi jalan. Aku lihat banyak orang berlarian ke tempat di mana badanku terkapar. Mereka lalu berkerumun di sekitarku. Segera [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on October 18, 2010
Saut Situmorang Zamakhsyari Abrar – wartaone http://sautsitumorang.multiply.com/ Jakarta – Saut Situmorang, nama penyair ini, dalam beberapa tahun belakangan mencuat namanya dalam panggung sastra negeri ini. Lewat kritik-kritiknya yang tajam dan keras, ia menyerang Goenawan Mohamad dan kawan-kawan atas apa yang disebutnya sebagai politik sastra Teater Utan Kayu. Bersama dengan penyair Wowok Hesti Prabowo, sastrawan yang [...]
Filed under: Canting