Posted by PuJa on December 23, 2011
AM Adhy Trisnanto http://www.suaramerdeka.com/ Islam tidak akan berkurang derajatnya, meskipun ada peran orang-orang China di dalamnya. Di sini orang lupa bahwa keislaman China lebih tua ketimbang Jawa. Orang-orang China telah mengenal Islam di saat masyarakat Jawa hidup dalam dunia berhala dan klenik. (Soemanto Al Qurtuby dalam Seminar Membincang Kontribusi Tionghoa dalam Proses Islamisasi di Indonesia, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 14, 2011
Andi Nur Aminah Republika, 9 Des 2011 Sebagai ensiklopedia, naskah dalam Centhini berisi berbagai pengetahuan dan kehidupan masyakat Jawa yang disajikan dalam bentuk macapat. SEBUAH tempat makan sederhana menyajikan menu yang unik. Tongseng bajing mlumpat atau tongseng bajing melompat. Biasanya, jenis masakan ini, umumnya menggunakan daging kambing yang dimasak menggunakan kuah berwarna kuning kecokelatan. Rasanya [...]
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on December 7, 2011
Junaidi Abdul Munif Lampung Post, 29 Nov 2011 WASIAT Bung Karno tentang sejarah; jasmerah (jangan sampai melupakan sejarah) menjadi sinyal bahwa sejarah menjadi bagian penting dari sebuah peradaban bangsa. Sejarah menjadi mozaik yang membentuk generasi kemudian, yang dapat mengambil hikmah dari peristiwa generasi tua (masa lalu).
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on
Jimmy Hitipeuw Kompas, 1 Des 2011 Pesan dari judul di atas bisa dianggap berlebihan, tetapi justru hal ini yang terjadi saat sejumlah warga asing lebih peduli terhadap sejarah maupun kebudayaan Indonesia. Indikator sederhana yang bisa dijadikan contoh, di antaranya, masih minimnya jumlah pengunjung museum di Indonesia.
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on November 21, 2011
Akhmad Sekhu * http://www.kompasiana.com/akhmadsekhu Aku berpikir, maka aku ada. Demikian ungkapan dari Rene Descartes, filsuf kebangsaan Perancis yang hidup pada abad ke-17. Sebuah ungkapan inspiratif yang kemudian menginspirasi saya pada sebuah ungkapan; aku gelisah, maka aku ada. Adakah orang yang tidak pernah gelisah? Semua orang tentu pernah merasa gelisah. Bagai Medusa, saya gelisah. Medusa, raksasa [...]
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on
Baskara T Wardaya SJ Kompas, 8 Mei 2009 DALAM mengkaji suatu peristiwa historis tertentu yang titik tolaknya adalah kesaksian seorang pelaku sejarah, secara teoretis kita perlu memilah antara ”apa yang terjadi” dengan ”apa yang diingat oleh seorang pelaku sejarah tentang apa yang terjadi”. Perlu memilah antara ”peristiwa” dan ”ingatan akan peristiwa”. Baskara T Wardaya
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on November 15, 2011
Ida Setyorini Kompas, 28 Juni 2010 LANGKAHNYA begitu pelan, mendaki satu per satu anak tangga di Gedung Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Pustlit Arkenas), Jalan Raya Condet Pejaten, Nomor 4, Jakarta Selatan, Rabu (23/6). Tangan kanannya memegang pagar tangga, sedangkan tangan kirinya menggenggam tongkat. Sejenak dia berhenti, tetapi terus melangkah lagi menuju kantornya di lantai dua, [...]
Filed under: Canting, Sejarah
Posted by PuJa on
Andreas Maryoto Kompas, 27 Nov 2010 NEGERI yang sering disebut kaya raya dan makmur itu tidak berarti aman dari krisis pangan. Beberapa abad yang lampau krisis pangan juga mendera berbagai kerajaan di tanah ini. Krisis pangan dengan berbagai sebab terjadi hingga memunculkan kelaparan. Kisah pangan yang demikian parah menjadi catatan bagi kita bahwa krisis pangan [...]
Filed under: Esai, Sejarah
Posted by PuJa on November 4, 2011
Wahyudi Akmaliah Muhammad http://indonesiaartnews.or.id/ I SUNGGUH tidak mengenakkan menjadi bangsa yang setengah (baca: blasteran). Di negeri asal ia tak dikenal, di negeri tempat di mana ia tinggal tak diterima. Lebih menyedihkan, perihal dan lakunya yang sekiranya cukup berperan dalam kemajuan negeri, tidak pernah tercatat dalam lintasan sejarah.
Filed under: Canting, Esai, Sejarah