Hari Santri Nasional (HSN) dan Memori Sejarah yang Dilenyapkan

KH. Imam Jazuli, Lc., MA. *
tribunnews.com

Ketulusan mengabdi pada bangsa dan negara tidak menuntut pamrih dan balas jasa, selagi tidak ada pikiran jahat untuk memutar balik fakta sejarah. Hari Santri bukan semata kegiatan serimonial dan kebanggaan mendapat pengakuan negara, melainkan juga ajang mengembalikan memori sejarah yang dilupakan. Continue reading “Hari Santri Nasional (HSN) dan Memori Sejarah yang Dilenyapkan”

Dampak Pengakuan Keislaman Cheng Ho

AM Adhy Trisnanto
http://www.suaramerdeka.com/

Islam tidak akan berkurang derajatnya, meskipun ada peran orang-orang China di dalamnya. Di sini orang lupa bahwa keislaman China lebih tua ketimbang Jawa. Orang-orang China telah mengenal Islam di saat masyarakat Jawa hidup dalam dunia berhala dan klenik. (Soemanto Al Qurtuby dalam Seminar Membincang Kontribusi Tionghoa dalam Proses Islamisasi di Indonesia, 19 Maret 2005). Continue reading “Dampak Pengakuan Keislaman Cheng Ho”

Dunia Jawa dalam Serat Centhini

Andi Nur Aminah
Republika, 9 Des 2011

Sebagai ensiklopedia, naskah dalam Centhini berisi berbagai pengetahuan dan kehidupan masyakat Jawa yang disajikan dalam bentuk macapat.
SEBUAH tempat makan sederhana menyajikan menu yang unik. Tongseng bajing mlumpat atau tongseng bajing melompat. Biasanya, jenis masakan ini, umumnya menggunakan daging kambing yang dimasak menggunakan kuah berwarna kuning kecokelatan. Rasanya cukup bisa menghangatkan badan dengan perpaduan rempah, seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, dan merica. Continue reading “Dunia Jawa dalam Serat Centhini”