REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG

Djoko Saryono

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG”

SANG MAESTRO LAKSMI SHITARESMI

Nurel Javissyarqi *

(I)
Meski pun sejak kecil saya kerap menggambar dan menginjak sekolah MTs (SMP) pernah pameran lukis bersama teman-teman “Sanggar Alam” asuhan pelukis Tarmuzie (almarhum), kawan karib almarhum pelukis Harjiman. Setiap kali saya memasuki galeri lukisan, melihat pameran dan atau mengunjungi museum seni rupa; atas pamor karya-karya terbaik, jiwa ini senantiasa bergetar cemburu hebat, nalar menjadi bergolak mendidih. Continue reading “SANG MAESTRO LAKSMI SHITARESMI”

Ladang Jiwa

Ladang Jiwa Laksmi Shitaresmi

A. Anzieb

Pameran ini dipersiapkan dalam kondisi yang tak mudah bagi Laksmi Shitaresmi. Perupa kelahiran Yogyakarta, 9 Mei 1974 ini mesti pandai-pandai membagi waktu – satu sisi ia harus mengerjakan “sesuatu” yang ada di sebelah kanan, disaat yang sama ia juga harus mengerjakan “sesuatu” yang ada di sebelah kirinya, memikirkan sesuatu yang menggumpal dalam kepalanya, meninggalkan jauh hal-hal di belakang dan terus menatap menjalani apa yang ada di depannya. Continue reading “Ladang Jiwa”