MELAMPAUI MULTIKULTURALISME

: MENEROKA WATAK DIVERSITAS KESENIAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pemantik perbincangan tentang kesenian di Provinsi Jawa Timur yang betapa luas spektrum tema, bermacam-macam isi, dan beraneka penghampirannya sebagai realitas budaya dalam perspektif holistik. Dalam perspektif holistik budaya, kesenian dapat diperlakukan sebagai realitas simbolis (mentifact), realitas sosial (sociofact), dan material (artefact) karena secara holistik budaya mencakupi lapis simbolis, sosial, dan material yang bertali-temali dengan matra-matra kehidupan lainnya. Continue reading “MELAMPAUI MULTIKULTURALISME”

Jayati Seni ing Tlatah Jenggala

Ribut Wijoto
beritajatim.com, 9 April 2021

“Dalam prasasti Ngantang (tahun 1135), ada dituliskan istilah ‘Panjalu jayati’, artinya Panjalu (Kediri) menang. Istilah itu menjadi simbol kemenangan Panjalu atas Jenggala. Nah, kita usung momentum tersebut untuk spirit pemajuan seni di Sidoarjo”.

Kalimat beraroma seni dan sejarah itu dilontarkan oleh Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Sidoarjo. Yaitu, saya sendiri. Continue reading “Jayati Seni ing Tlatah Jenggala”

KECENDERUNGAN DISKURSUS ESTETIKA SASTRA DI INDONESIA

Djoko Saryono *

Kendati istilah estetika baru dipakai beberapa abad, substansi yang dikandung dan diwadahi oleh istilah tersebut sudah menjadi topik perbincangan yang amat lama, sudah melampaui dua ribu tahun. Kita tahu, istilah estetika diperkenalkan dengan maksud untuk mengurusi perkara keindahan dan pengalaman keindahan beserta segenap pernak-perniknya. Continue reading “KECENDERUNGAN DISKURSUS ESTETIKA SASTRA DI INDONESIA”

REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG

Djoko Saryono

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG”

SANG MAESTRO LAKSMI SHITARESMI

Nurel Javissyarqi *

(I)
Meski pun sejak kecil saya kerap menggambar dan menginjak sekolah MTs (SMP) pernah pameran lukis bersama teman-teman “Sanggar Alam” asuhan pelukis Tarmuzie (almarhum), kawan karib almarhum pelukis Harjiman. Setiap kali saya memasuki galeri lukisan, melihat pameran dan atau mengunjungi museum seni rupa; atas pamor karya-karya terbaik, jiwa ini senantiasa bergetar cemburu hebat, nalar menjadi bergolak mendidih. Continue reading “SANG MAESTRO LAKSMI SHITARESMI”