Mata Penguasa dan Tulisan Cahaya

Wahyudin*
Kompas, 28 Sep 2008

DATANG pertama kali ke Nusantara lewat Batavia pada 1841, fotografi menanggalkan status terhormatnya sebagai bentuk teknologi dan seni baru yang berkehendak melakukan demokratisasi seni di Eropa dan berkedudukan sebagai ”mata penguasa” yang tidak hanya berambisi merekam secara ilmiah kondisi alam dan geografi di Hindia Belanda, tapi juga bernafsu menjinakkan penduduk pribumi di koloni itu karena—untuk memakai pernyataan resmi pemerintah kolonial via Rudolf Mrazek dalam Engineers of Happy Land (2006: 145)—”dua mata sering tidak cukup untuk mengawasi mereka”. Continue reading “Mata Penguasa dan Tulisan Cahaya”

Spirit ‘Kurang Ajar’ pada Bagong Kussudiardjo

Amiruddin Zuhri
Media Indonesia, 14 Maret 2007

SENIMAN besar Bagong Kussudiardjo telah tiada. Namun warisannya berupa karya-karya seni tari masih dimainkan oleh para seniman tari. Dan pada Minggu (11/3) malam lalu, di Padepokan Seni Yayasan Bagong Kussudiardjo, Bantul, Yogyakarta, diadakan acara seribu hari seniman yang meninggal pada 15 Juni 2004 itu. Continue reading “Spirit ‘Kurang Ajar’ pada Bagong Kussudiardjo”

Negeri Para Celeng

Sindhunata
Kompas 31/06/2011

Pada awalnya, lembaran itu hanyalah sebuah lukisan. Lukisan yang berjudul ”Berburu Celeng” karya perupa Djoko Pekik. Ternyata lukisan itu kemudian menjadi bagaikan ramalan yang memfaalkan karut-marut dan kecemasan bangsa pada zaman sekarang.

Lukisan itu dibuat setelah kejatuhan Orde Baru. Konteksnya fajar merekahnya era reformasi. Digambarkan di sana tertangkapnya seekor celeng raksasa. Continue reading “Negeri Para Celeng”

Daryono, Ketua Jurusan Seni Lukis yang tidak lulus SD

Judul aslinya obituari ini: “Bahagia dalam gelisah”
Budiman S. Hartoyo, Zed Abidien
http://majalah.tempointeraktif.com/

LANGIT mendung menggantung di atas Kota Surabaya yang tengah berkabung. Setelah dua pelukis senior Surabaya, O.H. Supono dan Krishna Mustajab, meninggal beberapa waktu lalu, Rabu petang pekan lalu pelukis senior yang lain, Daryono, menyusul.

Lama mengidap penyakit paru-paru, pelukis ekspresionis yang meninggal pada usia 59 tahun ini pulang ke Rahmatullah karena penyakit jantung. Continue reading “Daryono, Ketua Jurusan Seni Lukis yang tidak lulus SD”