Tag Archives: Sihar Ramses Simatupang

“Ketika Cinta Kembali”, Ramuan Kisah Cinta dalam Bahasa Puisi

Sihar Ramses Simatupang
_Sinar Harapan, 29 Agu 2008

Rona jingga ditaburkan/
Kesenduan sinar rembulan ditata/
Untaian berlian di langit ditaburkan/
Kesejukan air diisi sebagai bejana kehidupan.

UNTAIAN puisi semacam itu terselip di antara halaman akhir novel Martha Sinaga. Karyanya yang bertajuk Ketika Cinta Kembali memang ditampilkan dengan bahasa puitik dan cenderung populer.

Dengan Musik, Puisi Menjadi Kokoh!

Sihar Ramses Simatupang
Sinar Harapan, 5 Mei 2012

“Jika puisi dimusikalisasikan maka puisi itu akan semakin kokoh di mata penikmatnya. Puisi menjadi gagah, terutama bila si pemusik tak mengunyah betul kata-kata itu,” papar Ane Matahari mengulang ungkapan mendiang Fredie D Arsie.

Fenomena Komunitas Sastra: Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan

Sihar Ramses Simatupang
__Sinar Harapan, 28 Feb 2009

Di areal lapangan yang menghubungkan antara Stasiun Senen dan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, di tengah penumpang kereta api yang ingin pulang dan pergi, di antara pedagang kaki lima, pengamen dan pengemis kota Jakarta, diskusi bertajuk “Sepilihan Puisi Penyair” karya Giyanto Subagio-Kongkow Sastra Planet Senen-Labo Sastra” ini pun digelar. Tepatnya di Plaza Depan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, Jalan Stasiun Senen Nomor 1, Senin (23/2). Pembicaranya penyair Dharmadi dan sastrawan juga pengamat budaya Mustafa Ismail.

Mencari Suara Lain di Dalam Sastra

Sihar Ramses Simatupang
Sinar Harapan, 29 Okt 2011

PEMBICARAAN antara pengamat sastra Manneke Budiman dan penyair Afrizal Malna yang mengetengahkan persoalan negara, khususnya kekuasaan, memperlihatkan bahwa negara telah menempatkan warga negara dan rakyat dalam posisi yang ambigu.

Balada “Penyair Karosta” di Negeri Korup

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id

Bulan April, 38 tahun silam, di Ketanggungan Wetan NJ VI No 165 Yogyakarta, para aktor Bengkel Teater sedang berkumpul, mengelilingi seorang seniman muda. Si seniman kelahiran Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935, itu pun berbaring menerawang. Kawan-kawannya berkumpul di sekelilingnya, berusaha menulis apa yang dia dikte dan ucapkan.

Indonesia, Puisi, dan Teks Sejarah

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Bangsa yang kehilangan teks sejarah dan puisinya tak lepas dari kondisi warga negara yang saat ini kehilangan nurani dan akal sehatnya.

Teks sejarah dan puisi sangat paralel dengan nurani serta akal sehat. Ketika masyarakat kerajaan dan tiap suku di daerah mengalami tekanan penjajahan oleh Belanda, sikap kebersamaan untuk menyatukannya sangatlah diperlukan.