“In Memoriam” Soedarpo Sastrosatomo

Rosihan Anwar *
Kompas, 23 Okt 2007

SELAMA dua jam, saya di sisi ranjangnya di RS Medistra, Jumat (19/10/2007). Empat tahun ini kesehatannya turun-naik, penyakit orang tua, keluar masuk rawat inap, malah berobat ke Singapura dan Kuala Lumpur.

Lebaran lalu kena demam berdarah. Lelap-lelap ayam dia mengenal saya saat tiba. “He Tjian,” katanya. Dia minta saya memijit-mijit ibu jari tangan kirinya, agar bisa tidur. Lalu bangun lagi dan berbicara tentang “rakyat yang kini susah hidupnya”. Continue reading ““In Memoriam” Soedarpo Sastrosatomo”