Menyelamatkan Jawa, Sekarang Juga!

Sucipto Hadi Purnomo
http://suaramerdeka.com/

DI Jawalah segala beban tersangga demikian berat, hingga membuat pulau ini tampak sempoyongan. Jawalah pusat peradaban utama di Nusantara, namun di situ juga kebiadaban dalam wujudnya yang paling paripurna terpentaskan dan telah menyejarah. Perlukah dengan segera Jawa diselamatkan?

Dalam sebuah kunjungannya di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), beberapa waktu lalu, Rektor Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang Budi Widianarko mengemukakan komitmen lembaganya untuk lebih memerhatikan Jawa. Continue reading “Menyelamatkan Jawa, Sekarang Juga!”

Riak Tanpa Gelombang Penerbitan Sastra Jawa

Sucipto Hadi Purnomo
http://m.suaramerdeka.com/

SETIAP kali hasil penjurian Hadiah Rancage disampaikan, setiap itu pula muncul rasa haru. Haru karena sejauh ini masih saja ada yang berkarya dan mendedikasikan diri di jalur sastra daerah. Haru karena dari tahun ke tahun jumlah karya yang muncul tetap segitu-segitu saja. Haru karena justru yang memberikan hadiah buat sastra(wan) Jawa bukan wong Jawa! Continue reading “Riak Tanpa Gelombang Penerbitan Sastra Jawa”

Jatuh Bangun Pengarang Jawa

Sucipto Hadi Purnomo
http://www.suaramerdeka.com/

KETIKA pada tahun 1980-an Suripan Sadi Hutomo menyebut sastra Jawa sedang memasuki era sastra majalah, lantaran karya-karya yang ada hanya tersuguhkan lewat majalah, Suparto Brata pun gerah. Serasa tak pernah lelah, dia kemudian melakukan ”perlawanan”. Seraya menganggap ketergantungan pada majalah hanya akan membuat sastra Jawa menjadi sastra bonsai, dia pun mengajak banyak pihak untuk menerbitkan karya dalam bentuk buku. Tak cuma mengajak, tetapi juga jatuh-bangun mbandhani karya-kayanya. Continue reading “Jatuh Bangun Pengarang Jawa”