Tag Archives: Sudaryono

“Kalalatu”, Balada atau Mantra?

Dr. Sudaryono, M.Pd
http://www.suarakarya-online.com/

Jika Ajip Rosidi punya “Jante Arkidam” dan Rendra punya “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo” atau “Mencari Bapa”, seorang Arsyad Indradi (Penyair dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan) punya “Bagandang Nyiru”, “Kakek Adul”, “Nama Terpuji”, “Terbang Burung”, “Nini Aluh”, “Harumi Tanah Banyu”, “Nisan Berlumur Darah”, “Dundang Duka Seribu Burung”, dan lain-lain. Balada selalu menarik dibicarakan karena di dalam puisi jenis ini tampil karakter tokoh atau sesuatu yang ditokohkan. Ajip Rosidi menampilkan karakter Jante Arkidam, yang digali dari khasanah budaya Pasundan, Jawa Barat. Rendra menampilkan sosok manusia Jawa dalam sajak-sajak balada yang digubahnya.

Narasi ‘Penyair Gila’ Arsyad Indradi*

Sudaryono**
http://www.infoanda.com/

Kegilaan kreatif, kreativitas adalah kegilaan. Dengan kreativitas, kegilaan penciptaan dimungkinkan. Dengan kegilaan pula dapat dikecap capaian-capaian artistik sebuah sajak. Penyair memang terkadang seperti orang ‘gila’. Artinya, di tengah-tengah masyarakatnya penyair acap tampil anomaly, menyendiri, mengasingkan diri dari interaksi massif, dan secara personal menampilkan sosok yang sering nyleneh, aneh, dan sulit diphami.