DILEMA POLITIK KRITIK SASTRA

Sulaiman Djaya *

ABSTRAK
Beberapa tahun belakangan ini banyak yang menilai ‘kritik sastra’ tidak menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang diharapkan. Sementara itu, pada saat yang sama, banyak orang pula menilai telah terjadi ‘politisasi kritik sastra’ yang motifnya beragam pula, mulai dari kepentingan ideologi, komunitas, atau pemilihan sepihak para ‘kritikus’ (atau katakanlah pengulas sastra dan redaktur) dengan sejumlah penulis (penyair atau sastrawan) tertentu yang memiliki ‘hubungan personal’. Berdasarkan kondisi dan alasan tersebut, tulisan ini mencoba memaparkan opini atau pendapat sejauh menyangkut persoalan-persolan tersebut, dengan mengambil contoh kasus Denny JA dan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang diterbitkan Gramedia tahun 2014 itu. Continue reading “DILEMA POLITIK KRITIK SASTRA”

Ihwal Puisi

Sulaiman Djaya *
radarbanten.com Mar 10, 2013

“Aku tak ingin membuat janji apa pun untuk saat ini. Tapi kutahu kala kau berdoa, di suatu tempat di dunia ini, sesuatu yang baik akan terjadi” (Hafiz dari Shiraz).

Suatu ketika Heidegger terkagum-kagum ketika membaca puisi-puisinya Friedrich Holderlin, yang kala itu, sebagaimana dalam bahasa Heidegger sendiri yang bila saya bikin longgar, telah menyadarkan kita tentang “seni melihat” yang selama ini dilupakan para pemikir dan filsuf yang telah terjebak oleh paradigma cartesianisme. Continue reading “Ihwal Puisi”

Filsafat dan Terorisme

Sulaiman Djaya
http://sulaimandjayaesai.wordpress.com/

“Untuk menghabisi banyak bangsa, dengan demikian engkau telah berdosa pada dirimu sendiri” (Habakuk 2:10). Tanggungjawab filsafat terletak pada kepekaan analisisnya dengan persoalan-persoalan politik dan sejarah, begitulah ujar Giovanna Borradori dalam bukunya yang berjudul Philosophy In a Time of Terror, yang merupakan hasil diskusinya dengan dua filsuf akbar: Continue reading “Filsafat dan Terorisme”