Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa

Tito Setyo Budi *
Kompas, 31 Jan 2016

Ada tiga nama besar yang tergolong pengarang anapas landhung (memiliki napas panjang, artinya mampu membuat cerita-cerita panjang) dalam sastra Jawa modern, yaitu Esmiet, Tamsir AS, dan Suparto Brata. Ketiganyalah yang secara bergantian mengisi lembar-lembar cerita bersambung di tiga majalah berbahasa Jawa terkemuka, yaitu Panjebar Semangat dan Jaya Baya (keduanya terbitan Surabaya) serta Djaka Lodang (terbitan Yogyakarta), dalam kurun waktu tiga dasawarsa, dari tahun 1960-an hingga 1980-an. Continue reading “Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa”

Suparto Brata Mencari Sarang Angin

Fatah Anshori *

Nama Suparto Brata pertama kali saya kenal ketika membaca Jurnal-jurnal Eka Kurniawan. Saya tidak tahu banyak tentang Suparto, saat saya mencoba mencari informasi dari Wikipedia, Suparto terkenal dengan sastrawan berbahasa Jawa. Ia lebih banyak menulis cerita fiksi dalam Bahasa Jawa. Dalam novel Mencari Sarang Angin, rasanya kepiawaiannya dalam menggunakan Bahasa Jawa memang sedikit banyak terlihat. Sehingga saya tak akan menyalahkan Wikipedia atas informasi tersebut. Continue reading “Suparto Brata Mencari Sarang Angin”