Tag Archives: Susianna

AKADEMI JAKARTA Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Akademi Jakarta (AJ) kembali memberikan penghargaan kepada seniman setelah melalui argumentasi dewan juri yang terdiri dari Remy Sylado, Alfons Taryadi, Enin Supriyanto, Iman Soleh dan Karlina Supelli. Penghargaan untuk yang ke-8 kali tahun ini menetapkan Sutardji Calzoum Bachri sebagai penerimanya. Penghargaan pertama yang waktu itu berupa Hadiah Seni diberikan kepada drawawan WS Rendra AJ (1975).

Lewat Puisi dan Prosa

Mengenang 100 Tahun Kelahiran Sutan Takdir Alisjahbana
Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, almarhum Sutan Takdir Alisjahbana yang akrab disebut STA atau Takdir masih tetap dikenang. Almarhum meninggalkan warisan sejumlah karya dan pemikiran, khususnya di bidang bahasa, sastra (esai. Novel/roman dan puisi), kebudayaan, filsafat, pendidikan dan pengetahuan pada umumnya.

Mengenang Johanna Masdani, Berjasa Hingga Usia Senja

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Kepergian Dra Johanna Masdani Tumbuan – yang akrab disapa Jos (baca: Yos) Masdani -, barangkali merupakan saksi terakhir sejarah Hari Sumpah Pemuda. Jos adalah tokoh pejuang wanita yang ikut membaca ikrar “Soempah Pemoeda”, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesisch Clubhuis (kini Gedung Sumpah Pemuda), Kramat Raya 101, Jakarta Pusat.

40 Hari KEPERGIAN RAMADHAN KH

Ratna Sarumpaet Berkeluh Kesah
Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Empatpuluh hari sudah, tepatnya tanggal 15 Maret 2006 persis di hari ulang tahun ke-79, sastrawan, penulis biografi, wartawan, penyair dan seniman intelektual Ramadhan Karta Hadimadja meninggal di Cape Town, Afrika Selatan. Jasadnya dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, 18 Maret 2006. Namun jasa dan karyanya melekat dan tetap dikenang Dewan Kesenian Jakarta dalam acara “Mengenang Ramadhan KH” di Graha Bakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Selasa (25/4) malam lalu.

Peringatan 1000 Tahun Merapi

Godod Berimajinasi Absurd
Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak zaman dulu, panorama Gunung Merapi telah mendapat sentuhan seniman pelukis, baik lokal maupun mancanegara. Sebagai contoh pelukis Belanda kelahiran Salatiga (Jawa Tengah), Leonardus Joseph Eland (1884-1952) telah melukis Gunung Merapi lewat karyanya, antara lain Di Balik Merapi yang pernah dipamerkan di sebuah galeri di bilangan Jakarta Selatan (1998). Basuki Abdullah (Alm) menyumbangkan lukisan Merapi, Gelora Yang Tak Kunjung Padam untuk Museum Nasional, yang diserahkan melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Fuad Hassan (1 Maret 1992).