Tag Archives: Sutejo

Lilin literasi

Sutejo
Jawa Pos Radar Ponorogo, 7/9/2017

Falsafah lilin adalah filosofi tentang pengorbanan untuk orang lain. Pengorbanan indah untuk mencerahkan kehidupan. Lilin ikhlas terbakar untuk menerbitkan cahaya kepada manusia. Lilin tak berkeluh melakukannya. Meski meleleh, lumat diri, keyakinan pengorbanannya pasti berarti. Dengan catatan, tanpa angin yang berarti, atau yang mematikannya.

KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA KEHIDUPAN DALAM APRESIASI DAN SOLUSI

Senarai pemikiran Sutejo

Judul Buku: Senarai Pemikiran Sutejo (Menyisir Untaian Kata, Menemukan Dawai Makna)
Penulis: Sutejo
Prolog: Prof Dr Soediro Satoto
Epilog: Nurel Javissyarqi
Penyusun: Masuki M. Astro dan Nurel Javissyarqi
Penerbit: Spectrum Center Press dan Pustaka Felica
Halaman: xvi + 922; 15 cm x 23 cm
ISBN: 978-6021-96-100-1
Tahun: Cetakan I, Januari 2013
Peresensi: Imamuddin SA

PENGANTAR DAN MUTIARA KASIH

Senarai pemikiran Sutejo

Judul (buku hardcover): Senarai Pemikiran Sutejo
(Menyisir Untaian Kata, Menemukan Dawai Makna)
Penulis: Sutejo
Prolog: Prof Dr Soediro Satoto
Epilog: Nurel Javissyarqi
Penyusun: Masuki M. Astro dan Nurel Javissyarqi
Penerbit: Spectrum Center Press dan Pustaka Felica
Halaman: xvi + 922; 15 cm x 23 cm
ISBN: 978-6021-96-100-1
Tahun: Cetakan I, Januari 2013

Mimpi Buruk Pendidikan Kita

Sutejo
Radar Madiun, 3 Mei 2001

Mendiknas, Yahya A. Muhaimin dalam “Temu Konsultasi dan Koordinasi Pembangunan Pendidikan Tahun 2001”, di Sawangan Bogor, 25/4/2001, mensinyalir parahnya kemampuan membaca siswa SD, yang menempati posisi terendah di antara negara-negara ASEAN. Hal itu didasarkan pada laporan hasil studi kemampuan membaca, yang dilakukan oleh organisasi Internasional Educational Achievement (IEA),

Demokratisasi Pembelajaran di Bulan Puasa

Sutejo
Kompas, 17 Nov 2003

Berkaitan dengan penyelengaraan pendidikan di bulan puasa, Direktur Jenderal Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Saidi mengemukakan tiga option: (i) sekolah dapat meliburkan kegiatan belajar-mengajar (KBM) selama bualn Ramadhan; (ii) sekolah diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar; dan (iii) sekolah boleh melaksanakan kegiatan belajar–mengajar, tetapi waktunya tidak sehari penuh (Kompas, 24/10).