Nglaras Nasionalisme Sukarno

Dr. H. Sutejo, M.Hum. *

Selalu, setiap kali datang bulan Agustus kita merayakan kemerdekaan dengan berbagai rupa. Yang paling banyak, merayakannya dengan “eforia yang tanpa makna” –untuk tidak menyebutnya bukan hakikatnya–, yakni berupa permainan-permainan dan perayaan yang lebih mengarah pada “hiburan”. Bukan mementingkan urgen substansinya, ngelaras pesan para founding father. Continue reading “Nglaras Nasionalisme Sukarno”

Menulislah untuk Mengubah Diri

Sutejo

“Tulisan itu cermin hati. Kata-kata adalah telaga. Karya itu mahkota rasa” (Sutejo)
Perahu kepenulisan tak pernah akan melawan samudera kehidupan tetapi hanyut lembut untuk menyadarkannya. (Kang Supi)
***

Usai presentasi Rabu lalu (19/2) di Mojokerto (tepatnya di XOA Resto), ada sejumlah pertanyaan dari peserta workshop begini: (i) Kala berlatih bersama para guru untuk menuliskan pengalaman, dia mampu menyelesaikan, tetapi saat di rumah mengapa kemudian macet; (ii) Apakah menulis itu membutuhkan reseach; (iii) Bagaimana cara menulis yang “kuat”; (iv) Bagaimana menulis karya yang “awet”; (v) Continue reading “Menulislah untuk Mengubah Diri”

Penulis Penjual Buku?

Refleksi Pendampingan Komunitas Baca-Tulis di Mojokerto
Sutejo

“Tugas penulis memang menulis yang berkualitas, tetapi jika tidak mengerti medan pasar, untuk apa kita menulis. Tersebab, menulis bukan sekadar idealisme tetapi juga bernilai ekonomi.” (Sutejo)
***

Sebelumnya, mohon maaf kepada para guru kehidupan yang sudah lebih dulu menulis. Ini hanya untuk menggairahkan kehidupan kata. Continue reading “Penulis Penjual Buku?”