Tag Archives: Teguh Prasetyo

Musikalisasi Puisi, Loyalitas Fredie Arsi

Teguh Prasetyo
Lampung Post, 17 Feb 2008

Udara bergetar dalam darahku. Ketika tasbih berputar dalam zikir. Wirid bertamburan memenuhi ruang. Dan kau tersenyum di penanggalan…

Penggalan puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda berjudul Refleksi Jarak dan Waktu di atas tiba-tiba berubah menjadi satu syair lagu nan indah dengan komposisi dan harmonisasi musik yang begitu hangat dan bernuansa religius kental. Puisi tersebut menjadi pembuka penampilan Deavies Sanggar Matahari Jakarta, dalam pagelaran musikalisasi puisi yang digelar di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Rabu (13-2) malam yang lalu.

Membicarakan Trisula Muda Penyair Lampung

Teguh Prasetyo
Lampung Post, 30 Sep 2007

“PUISI merupakan tempat serta upaya membuat sesuatu yang tampak sia-sia menjadi berharga.”

Kalimat yang dilontarkan Goenawan Mohamad mungkin bagi masyarakat awam hanyalah sebatas kalimat lalu saja. Namun, ternyata bagi mereka yang menjadi penyair, bisa jadi kalimat ini menjadi semacam motivator untuk terus berbuat dan berkarya dalam kerja-kerja kreatifnya guna melahirkan karya sebagai sebuah perwujudan eksistensi kepenyairannya.

Puisi Membuat Lampung Lebih Berharga

Catatan Akhir Tahun
Teguh Prasetyo
Lampung Post, 27 Des 2007

PROVINSI Lampung kerap disebut oleh para penyair di Indonesia sebagai negerinya para penyair. Sebab, di daerah ini, sejak era 80-an lahir banyak penyair yang sudah mendobrak pentas nasional dengan karyanya. Bahkan, di era 90an akhir dan tahun 2000-an awal, mulai bermunculan para penyair muda yang notebene perempuan dari Lampung.

Film Bollywood, Memang Kenapa?

Teguh Prasetyo
http://www.lampungpost.com/

Wabah film India dengan kekhasan ada lagu dan tarian sempat digunakan di beberapa film Indonesia era 70–80-an, terutama yang menghadirkan Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai pemeran utamanya.

KALA itu, Bollywood pernah begitu berjaya di bioskop Tanah Air. Dulu nama-nama seperti Sri Devi, Amitabh Bachan, dan beberapa aktor dan artis India menjadi idola.