Dari Hui Rui Sampai KPH

Teguh Setiawan
Republika, 14 Nov 2011

Cersil pernah mengalami nasib sama di Tiongkok dan Indonesia; dilarang penguasa.

TAHUKAH Anda apa karya Tionghoa pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Menurut Prof Claudine Salmon, seperti dikutip Leo Suryadinata dalam makalah Cerita Silat (Tionghoa) di Indonesia: Tinjauan dan Renungan, karya Tionghoa pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu adalah Haij Soeij atau Hai Rui, dan terbit pada 1882. Namun, tidak ada penjelasan soal buku ini. Continue reading “Dari Hui Rui Sampai KPH”

Masih Adakah Gagasan Melayu Raya

Teguh Setiawan
Republika, 02 Nov 2011

Secara politik, gagasan Melayu Raya telah musnah ketika Soekarno mendengungkan Ganyang Malaysia.

KETIKA 1879 Parlemen Hawaii di Honolulu membahas kemungkinan penyatuan Dunia Melayu-Polinesia, penduduk Melayu di Semenanjung Malaya hanya terbengong-bengong mendengar kata politik. Sepuluh tahun kemudian, ketika Apolinaro Mabini mendeklarasi kan Federation Malaya, orang Malaysia sama sekali belum menyadari hak-hak politiknya. Continue reading “Masih Adakah Gagasan Melayu Raya”

Antara Kho Ping Ho dan SH Mintardja

Teguh Setiawan
Republika, 14 Nov 2011

KEDUA berutang pada penerjemah Cerita Kungfu, dan keduanya membentuk identitas keindonesiaan masyarakatnya masing-masing.

“Saya menulis untuk mencurahkan hati saya. Dengan menulis, saya bisa melepaskan persoalan penindasan yang ada di dalam batin. Sebagai contoh, dalan kehidupan sehari-hari saya sering menjumpai ketidak-adilan, penindasan, dan kerakusan, tapi saya hanya bisa marah dalam hati. Continue reading “Antara Kho Ping Ho dan SH Mintardja”