ANTARA MINAT BACA DAN SELERA BACA

Tengsoe Tjahjono *
tengsoe.blogspot.co.id

Membaca merupakan salah satu kegiatan bahasa yang amat vital dalam masyarakat modern dan lebih-lebih di kalangan akademisi. Dalam masyarakat setiap hari puluhan koran, majalah, bahkan buku-buku selalu diproduksi dan dipasarkan. Di dalam semua jenis media itu akan dijumpai informasi mengenai pengetahuan, berita, lapangan pekerjaan, iklan, dan sebagainya, yang mau tak mau harus diserap oleh masyarakat modern tersebut. Kecuali, jika masyarakat modern tersebut, hanya modern dalam dimensi waktu, bukan modern dalam dimensi kultural. Continue reading “ANTARA MINAT BACA DAN SELERA BACA”

NOVEL SEBAGAI WACANA

Tengsoe Tjahjono

1. Pengantar
Menurut Abrams (1981:119) novel merupakan ragam tulisan yang merupakan bagian dari prosa fiksi. Sebagai karya narasi novel dibedakan dengan cerita pendek dan dari karya yang menengah panjangnya yaitu novelet. Novel memberi peluang untuk hadirnya banyak tokoh, pertikaian dan alur yang kompleks, pengembangan lingkungan secara lebih luas, eksplorasi terhadap tokoh secara mendalam. Continue reading “NOVEL SEBAGAI WACANA”

RELASI GAGASAN “RASA” BAHASA DALAM “TABIR HUJAN”

Tengsoe Tjahjono

aku menyelam dalam semesta pikiran

Kukira hanya tumpukan kepala dan jantung
para pencari jalan
(Imam Maarif, Pencarianku)

Tiba-tiba saja aku harus berhadapan dengan sebuah antologi puisi “Tabir Hujan”. Ada 11 penyair hadir dengan karya-karya mereka yaitu: Akhmad Fatoni, Aguk Irawan MN, Denny Mizhar, Imamuddin SA, Isnaini KH, Muhammad Aris, Muhajir Arifin, Saiful Anam Assyaibani (Javed Paul Syatha), Ahmad Syauqi Sumbawi, Umar Fauzi Ballah, dan Imam Maarif. Maka seperti sajak yang ditulis Imam Maarif: aku (pun) menyelam dalam semesta pikiran. Continue reading “RELASI GAGASAN “RASA” BAHASA DALAM “TABIR HUJAN””